Pendidikan & Kesehatan

Psikologi Uniga Malang Bahas Perubahan Sosial Era Digital

Psikologi Uniga adakan seminar nasional tentang perubahan sosial era digital (Foto: Dani Alifian/beritajatim.com)

Malang (beritajatim.com) – Program studi Psikologi Uniga Malang membahas tentang ‘Perubahan Sosial di Era Digitalisasi’ dalam acara seminar nasional. Acara ini berlangsung di gedung pascasarjana aula MM lantai 3, Universitas Gajayana (Uniga) Malang, Jumat (3/11/2023).

Kaprodi Psikologi Uniga, Moersito Wimbo Wibowo, S. Psi., M.A., mengatakan bahwa tujuan seminar nasional ini untuk mengajak mahasiswa memahami perubahan perilaku sosial di era digitalisasi. Oleh sebab itu, pihaknya mendatangkan dua narasumber, yaitu Prof. Drs. Koentjoro Soeparno, MBSc, PhD, dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan juga Muhammad Untung Manara Ph.D dari Universitas Merdeka (Unmer) Malang.

“Topik utama yang kita bahas dalam seminar ini tentang perubahan perilaku era digitalisasi. Isu ini penting dibahas karena menjadi fenomena nyata saat ini. Psikologi ini banyak membahas tentang perubahan perilaku,” ujar Moersito Wimbo.

Kemunculan Artificial Intelligence (AI) juga perkembangan digital, menurutnya, perlu diluruskan dan diklarifikasi. Tujuannya agar masyarakat panik kemudian siap untuk menghadapi.

“Era digitalisasi ini membawa kesempatan dan tantangan untuk semua orang, tak terkecuali bagi dunia psikologi. Kami menggelar seminar untuk memberi pengetahuan baru pada mahasiswa. Hadir juga audien dari berbagai instansi, salah satunya Psikologi UB,” katanya.

Seminar nasional ini menjadi salah satu proses tindakan preventif. “Artinya kita juga harus aware dengan era digitalisasi untuk harus semakin peka dan menerima itu,” ungkap kaprodi Psikologi Uniga.

Narasumber seminar, Prof. Koentjoro Soeparno, MBSc, PhD, dari UGM Yogyakarta membawakan materi terkait dengan perubahan sosial dari revolusi industri, kesadaran HAM, big data, Covid 19, Chimerica, digitalisasi dan dampaknya pada perilaku manusia. Ia menyebut, dunia akan selalu mengalami perubahan.

Pemaparan materi oleh Prof Koentjoro (Foto: Dani Alifian/beritajatim.com)

“Dunia kita selalu berubah dan perubahan itu sendiri selalu menghasilkan perubahan, karenanya perubahan sosial tidak pernah terhenti. untuk itu kita wajib adjust dan adapt,” ujar Prof Koentjoro.

Perubahan sosial mempunyai dua bentuk. Pertama, perubahan sosial terencana dan tidak terencana. Contoh dari perubahan sosial terencana pembangunan. Ini membawa dan menuntut sosial untuk melakukan perubahan. Sedang perubahan tidak terencana contohnya bencana alam.

“Ada perubahan sosial yang tidak terencana tapi seperti terencana, yakni gaya hidup. Ada perubahan sosial yang terencana tapi seperti tidak terencana, contohnya adalah Perang,” terangnya.

BACA JUGA:

Teroris Bekasi Karyawan KAI Aktif Propaganda ISIS di Facebook dan Telegram

Sementara itu, narasumber kedua, Untung Manara Ph.D membahas nudge dan perubahan sosial. Ia mendorong perubahan sosial dengan teori nudge. Teori ini memanfaatkan temuan yang bidang Ilmu Psikologi untuk mendorong perilaku sosial agar mengarah pada perilaku lebih baik.

“Pada intinya Nudge itu adalah dorongan, untuk kita mendorong perilaku seorang tanpa paksaan dengan mengarahkan, tanpa sadar kalau perilaku mereka itu diarahkan. Itu diterapkan dengan kecenderungan atau bias individu,” ungkap Untung kepada wartawan. [dan/but]


Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks



Apa Reaksi Anda?

Komentar