Pendidikan & Kesehatan

PSBB Surabaya Raya Berakhir, Transisi 14 Hari Menuju New Normal

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa telah selesai melakukan rapat membahas Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bersama tiga kepala daerah di wilayah Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (8/6/2020) malam.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin dan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto hadir lengkap dengan Forkopimda masing-masing. Hasilnya? PSBB Surabaya berakhir pada hari ini dan tidak akan diperpanjang. Kemudian, masa transisi akan dilakukan selama 14 hari sejak Selasa (9/6/2020) hingga Selasa (23/6/2020).

“Yang ingin saya sampaikan tadi Gubernur dengan tiga daerah beserta Forkopimda sejak semalam sudah melakukan diskusi teknis untuk memutuskan PSBB dilanjutkan atau tidak. Perlu diperhatikan, Pergub PSBB di Surabaya Raya pada hari ini sudah selesai atau berakhir. Akhirnya, ketiga kepala daerah sudah mengambil langkah dan memutuskan bahwa PSBB tidak dilanjutkan, bukan Pemerintah Provinsi lho ya yang memutuskan,” kata Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (8/6/2020) malam.

Namun demikian, menurut Heru, ada masa transisi yang akan didiskusikan pada malam ini oleh tiga daerah di Surabaya Raya lebih teknis. Pada Selasa (9/6/2020) besok, Perbup dan Perwali akan difinalisasi. “Di dalam itu ada masa transisi. Tadi diputuskan langsung 14 hari. Beda dengan Malang Raya yang masa transisinya 7 hari, kemudian ditambah 7 hari lagi,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, PSBB Jilid 3 memang akan berakhir pada Senin (8/6/2020) hari ini. Jika diperpanjang 14 hari, maka akan menjadi Jilid 4. Jika tidak diperpanjang, maka Surabaya Raya akan bersiap melakukan transisi menuju New Normal. Tiga kepala daerah di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik telah bersepakat tidak memperpanjang PSBB.

Pemerintah daerah di wilayah Surabaya Raya semula menjalankan PSBB mulai 28 April 2020 hingga 11 Mei 2020. Pelaksanaan kebijakan itu kemudian perpanjang sampai 25 Mei 2020, dan diperpanjang lagi hingga 8 Juni 2020

Pemkot Surabaya, Pemkab Sidoarjo, dan Pemkab Gresik menyatakan ingin mengakhiri penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) setelah tiga kali memperpanjang pelaksanaan kebijakan yang ditujukan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 tersebut.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto setelah memaparkan evaluasi penerapan PSBB tahap I hingga III di wilayahnya mengemukakan usul untuk mengakhiri pelaksanaan kebijakan tersebut, dan memulai masa transisi menuju fase normal baru. “Kami juga komitmen untuk meningkatkan protokol kesehatan. Meski tidak ada PSBB, tapi tetap ada aturan yang akan kami terapkan demi memutus mata rantai Covid-19,” tegas Sambari.

Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin setelah memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan PSBB di wilayahnya juga mengusulkan penghentian pelaksanaan PSBB. “Kami memiliki rekomendasi kebijakan pasca-PSBB tahap III di wilayah Kabupaten Sidoarjo, yaitu usulan pencabutan PSBB, kemudian menerapkan masa transisi new normal,” katanya.

Pejabat yang biasa disapa Cak Nur itu mengatakan, meski menginginkan penghentian PSBB, pemerintah daerah tidak akan melonggarkan penerapan protokol pencegahan Covid-19 serta upaya-upaya untuk menanggulangi penularan penyakit tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat Kota Surabaya Irvan Widyanto juga menyampaikan usul Wali Kota Tri Rismaharini untuk tidak memperpanjang pelaksanaan PSBB.

“Kami pastikan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, bahkan disiapkan Surat Edaran Wali Kota, termasuk kemungkinan Peraturan Wali Kota terkait penerapan sanksi mengikat. Satu lagi, titik pemeriksaan di perbatasan Surabaya dipertahankan,” pungkasnya. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar