Ponorogo (beritajatim.com) – Masjid Jami Tegalsari di Desa Tegalsari Kecamatan Jetis Ponorogo, yang masih berdiri gagah hingga saat ini, bisa menjadi penanda jejak peradaban pendidikan Islam pertama di Ponorogo.
Masjid Jami Tegalsari didirikan sekitar tahun 1669 oleh Kiai Ageng Muhammad Besari. Setelah masjid berdiri, Kiai Ageng Muhammad Besari kemudian mendirikan pondok pesantren (Ponpes) Gebang Tinatar pada kisaran tahun 1675. Konon, ponpes ini merupakan yang pertama di Ponorogo, bahkan di Pulau Jawa.
Penasehat Yayasan Kyai Ageng Mohammad Besari, Kunto Purnomo menceritakan bahwa sebelum Kiai Ageng Muhammad Besari mendirikan masjid dan ponpes Gebang Tinatar, yang bersangkutan belajar agama di Masjid Setono, yang lokasinya juga tidak jauh dari Masjid Jami Tegalsari.
Kiai Ageng Muhammad Besari oleh gurunya di Masjid Setono, kemudian diberi kewenangan untuk mensyiarkan agama Islam di timur sungai Jetis saat itu. Dulunya merupakan tanah tegal, dan dibabat oleh Kiai Ageng Muhammad Besari, hingga akhirnya diberi nama Desa Tegalsari tersebut.
“Kiai Ageng Muhammad Besari dulu di Masjid Setono. Kemudian beliau diberi kewenangan untuk mensyiarkan agama Islam di timur sungai, hingga yang kita kenal saat ini Desa Tegalsari,” ungkap Kunto Purnomo, ditulis Selasa (11/04/2023).
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/ratusan-seniman-tagih-janji-pemerintah-untuk-daftarkan-reog-ke-ich-unesco/
Seiring berjalannya waktu, Kiai Ageng Muhammad Besari wafat pada sekitar tahun 1747. Tonggak kepemimpinan Ponpes Gebang Tinatar pun sampailah kepada generasi ketiga, yakni Kiai Ageng Kanjeng Hasan Besari. Di kepemimpinan Kiai Hasan Besari inilah, ponpes Gebang Tinatar mengalami masa emasnya. Ribuan santri berdatangan dari berbagai daerah untuk belajar ilmu agama di ponpes Gebang Tinatar.
“Jaman kejayaan ponpes ini, saat dipegang oleh kiai Ageng Kanjeng Hasan Besari,” katanya.
Kunto Purnomo menjelaskan bahwa dari ponpes Gebang Tinatar inilah, lahir banyak ulama ternama masa itu. Selain lahir ulama ternama, juga menjadi pemicu lahirnya ponpes di berbagai daerah. Dari Tegalsari ini, juga lahir sosok guru bangsa Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto.
Setelah masa emas itu, kejayaan ponpes Gebang Tinatar mulai surut. Bahkan bekas bangunan pondok pun tidak tersisa hingga kini. Adanya bangunan pondok di utara Masjid Jami Tegalsari itu, kata Kunto Purnomo merupakan bagunan baru sekitar era tahun 1900-an.
“Kini yang masih berdiri tegak ya Masjid Jami Tegalsari dan ndalem Kiai Ageng Muhammad Besari yang berada di depan masjid,” pungkasnya. (end/ted)






