Pendidikan & Kesehatan

Paksa Cium Jenazah Covid-19, Pria di Malang Terancam Pasal Berlapis

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmarta dan Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona.

Malang (beritajatim.com) – Polresta Malang Kota bersama Kodim 0833 Kota Malang telah menjemput paksa AS di rumahnya di Jalan Mayjend Sungkono, Buring, Kota Malang, Selasa, (18/8/2020). Dia terancam dijerat dengan pasal berlapis akibat aksi nekat yang dia lakukan.

Aksi nekat AS, adalah dengan mencoba merebut jenazah pasien Covid-19 di salah satu rumah sakit rujukan di Kota Malang. Dia mencoba merebut, AS membuka kantong jenazah kemudian mencium jenazah itu. Videonya kemudian menyebar luas dan viral di media sosial dengan durasi 2.42 menit.

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata mengatakan bahwa AS bukan keluarga ini dia kerabat dari jenazah Covid-19 yang merupakan warga Buring, Kota Malang. Jika hasil penyidikan AS terbukti bersalah maka dia akan dijerat dengan pasal berlapis.

“Kami akan lakukan penegakan karena melanggar hukum pasal 212 dan 214 ayat 1 KUHP tentang melawan petugas yang sedang melakukan tugas. Dia juga melanggar pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018 tentang karantina. Ini menghalangi petugas. Juga kita kenakan UU nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular,” papar Leonardus.

Leonardus mengatakan, dalam kasus ini memang polisi lebih mengedepankan persuasif dan humanis. Polisi akan memberikan pemahaman bahwa aksi nekat AS tidak seharusnya dilakukan. Namun, bila hasil penyidikan berkembang bukan tidak mungkin kasusnya akan dilanjut ke gelar perkara.

“Utamanya adalah menyelamatkan kesehatan dia dulu, penegakan hukum itu ultimum remedium itu belakangan hal terakhir. Kami ingin memberikan pencerahan dan pemahaman ke masyarakat bahwa hal ini salah jangan diulang lagi. Saya tidak terlalu kaku dalam hal ini,” kata Leonardus.

Leonardus menyebut, usai dijemput paksa AS langsung menjalani rapid test dan swab test. Menurutnya, aksi nekat AS harus ditangani dengan serius. Sebab, bila aksi serupa dibiarkan bukan tidak mungkin masyarakat akan meniru aksi nekat AS.

“Kami ingin memberi pesan pada masyarakat agar tidak melakukan perbuatan melanggar hukum, percaya kepada medis dan rumah sakit yang menyatakan jenazah positif. Dan bila harus dilakukan pemulasaraan jenazah, saya minta masyarakat tidak melakukan perebutan jenazah,” tandasnya. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar