Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai munculnya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) pada musim kemarau. Secara umum, puncak musim kemarau 2023 di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan terjadi pada periode Juli-Agustus.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau 2023 lebih kering dibandingkan dengan tiga tahun terakhir. Terlebih, ada potensi El Nino atau fenomena pemanasan suhu muka laut hingga 60 persen. El Nino dan La Nina merupakan dinamika atmosfer dan laut yang memengaruhi cuaca di sekitar Laut Pasifik.
Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto, dr Ulum Rokhmat Rokhmawan mengatakan, musim kemarau panjang muncul namanya cuaca panas. “Terik berkepanjangan, lingkungan menjadi kering sehingga menyebabkan banyak debu. Yang otomatis perlu diwaspadai kepada masyarakat terkait kemungkinan terkena debu jalanan,” ungkapnya, Selasa (8/8/2023).
Hal tersebut bisa menyebabkan alergi atau infeksi sehingga dimungkinkan banyak kasus penyakit ISPA. dr Ulum menerangkan, saat cuaca terik dan masyarakat langsung mengkonsumsi minuman yang dimungkinkan bisa menyebabkan alergi dan infeksi sehingga perlu diwaspadai adanya debu jalanan.
BACA JUGA:
Hutan Kayu Putih di Mojokerto Terbakar
“Mungkin ada baiknya dalam kondisi tertentu membawa masker. Dalam kondisi tertentu pakai masker. ISPA bisa menyerang siapapun terutama yang terpapar debu dan juga perbedaan cuaca karena biasanya musim kemarau karena terik, siang cuaca panas sekali dan malam dingin sekali sehingga hal ini juga bisa menyebabkan turunnya kondisi tubuh,” katanya.
Pihaknya mengingatkan untuk berhati-hati bagi masyarakat yang bekerja di luar ruangan karena cuaca panas menyebabkan dehidrasi. Sehingga dr Ulum mengingatkan agar selalu sedia air mineral karena tanda dehidrasi adalah haus. Karena menurutnya dehidrasi juga bisa menyebabkan pingsan karena kekurangan air.
“Dehidrasi ringan apa sih? Haus. Yang paling penting penyesuaian tubuh, dari panas jangan langsung dingin tapi bertahap. Paling bagus minum dengan suhu ruangan. Boleh apapun asalkan tidak memiliki riwayat penyakit lain. Kalau punya riwayat sakit jantung jangan dari panas langsung minum es,” imbaunya.
BACA JUGA:
Rute Surabaya-Mojokerto, Transjatim Koridor II Dijadwalkan Diresmikan 19 Agustus 2023
Termasuk mereka yang memiliki alergi cuaca dingin. Pihaknya menghimbau untuk mencukupi air minum karena dehidrasi saat cuaca panas bisa terjadi pada siapa saja dan dimana saja. Menurutnya, jumlah penderita ISPA di Kabupaten Mojokerto secara normatif tidak mengganggu aktivitas sehingga jumlahnya tidak banyak.
“Hikmah Covid-19 lalu, membuat orang-orang menyadari untuk lebih waspada. Saat sakit langsung jaga jarak, kalau cuaca tidak enak ya langsung pakai masker karena ISPA juga menular sama seperti Covid-19. Sehingga masyarakat tetap dihimbau untuk waspada terhadap ISPA saat musim kemarau seperti saat ini,” tegasnya. [tin/beq]






