Pendidikan & Kesehatan

Masa Pandemi, Apa Kabar Ibu Hamil dan Balita di Banyuwangi?

Banyuwangi (beritajatim.com) – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi, Ny Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, meminta kader PKK terus bersinergi dengan pemkab dalam program peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satunya tetap memperhatikan kondisi kesehatan ibu hamil dan balita, khususnya selama masa pandemi.

“Saya harap kader PKK turut memantau bersama kader posyandu semua potensi yang bisa mengakibatkan resiko kala hamil hingga melahirkan agar bisa diketahui sejak dini dan dipantau secara rutin. Meski tidak harus melakukan pertemuan secara berkumpul, kita bisa gunakan teknologi untuk memonitor. Termasuk pula kondisi balita,” kata Ipuk saat saat mengunjungi balita and ibu hamil Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, Senin (11/1/2021).

Dalam kunjungan tersebut, Ipuk memberikan bantuan susu, vitamin, dan PMT (pemberian makanan tambahan). Selama masa pandemi ini program posyandu di masyarakat dihentikan sebagai upaya mengurangi resiko penularan covid 19. Meski begitu, Ipuk terus meminta kepada kader PKK tetap memperhatikan kondisi ibu hamil dan balita selama posyandu ini vakum.

“Khusus terkait balita, menurut Ipuk, hal ini harus menjadi atensi khusus pemkab sebagai investasi untuk mencetak SDM yang unggul ke depan,” kayanya.

Untuk itu, lanjut Ipuk, berbagai program yang berorientasi pada pendampingan ibu hamil dan balita harus tetap dijalankan dengan berbagai kiatnya.

“Periode golden age di mana masa tumbuh kembang anak secara optimal harus jadi atensi kita semua. Jangan sampai masalah ini kita abaikan di tengah pandemi sekarang. Ini akan berdampak pada masa depan kita,” kata Ipuk.

Ipuk menjelaskan, Dinas Kesehatan saat ini tengah mewacanakan pembukaan kembali program posyandu seiring dengan proses vaksinasi dijalankan pemerintah. Pelaksanaan posyandu di tengah pandemi tengah dilakukan kajian oleh dinas dengan memperhitungkan segala kemungkinan dan dampaknya.

“Dinas Kesehatan memang tengah mengkaji. Namun, perhatian pada ibu hamil dan balita tetap harus jadi perhatian kita semua. Banyak yang bisa kita lakukan, misal membentuk group percakapan (whatsapp group) antara kader dan anggota posyandu sebagai sarana komunikasi. Bila butuh konsultasi dan perawatan, kader ataupun bidan bisa datang ke rumahnya. Jadi semua masih bisa terpantau,” kata Ipuk.

Program kader PKK ini, lanjut dia, adalah bagian upaya menekan angka kematian ibu dan bayi selama masa pandemi. Jadi, sepanjang posyandu belum aktif, kader PKK harus pro aktif untuk turut aktif menjaga kesehatan ibu hamil.

“Meski pandemi, dengan cara ini kader PKK tetap bisa aktif melakukan pendampingan. Apa yang jalankan ini juga untuk mencetak generasi bangsa,” kata Ipuk.

Secara terpisah, Kepala Dinkes dr. Widji Lestariono mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan kajian untuk mengaktifkan kembali posyandu yang sempat terhenti selama pandemi.

“Memang ada wacana untuk pengaktifan kembali, namun tetap kaji. Kita harus memperhatikan dan mempertimbangkan pelaksanaannya dengan protokol kesehatan yang ketat jika memang dimungkinkan untuk diaktifkan. Selama ini, sejumlah puskesmas telah melakukan pelayanan jemput bola vaksinasi balita ke rumah warga,” kata Widji Lestariono. [rin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar