Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Airlangga (Unair) Hilmy Muktafi menciptakan aplikasi bernama Analitica. Aplikasi ini dibuat sebagai upaya merevolusi cara penyelenggaraan ujian.
Hilmy melihat, hingga saat ini masih banyak ditemukan kecurangan pada penyelenggaraan ujian, baik itu memakai jasa joki, memakai bantuan smartphone, hingga mencontek dengan berbagai cara.
Ia mengatakan, sejak 2020 lalu aplikasi ini sudah mulai dimanfaatkan sejumlah instansi untuk melakukan ujian tes masuk. Seperti instansi pemerintahan, perusahaan hingga kampus.
Tujuannya simpel, Hilmy mengatakan bahwa dibuatnya Analitica ini yakni ingin menciptakan ekosistem yang berintegritas, sekaligus memberikan alat ukur akurat bagi individu secara intelektualitas.
“Jadi, kita itu mencoba untuk merevolusi bagaimana cara ujian itu diselenggarakan. Makanya nama kita Analitica, kita base on data,” ujar Hilmy kepada beritajatim, Minggu (13/8/2023).
BACA JUGA:
Cara IKA Unair Sidoarjo Tekan Angka Stunting Balita
Aplikasi ini juga memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI), dimana sistem tersebut dapat melakukan pengawasan terhadap peserta ujian. Hilmy menyebutnya dengan Analitica Secure.
“Wajahnya bakal terscan setiap berhadapan dengan layar komputer. Terus ada analisis perilaku juga, sistem kami bisa memastikan ada aktifitas mencurigakan ketika peserta ujian,” jelasnya.
Hilmy berharap aplikasi ini dapat menghapus stigma masyarakat tentang adanya ‘orang dalam’ pada seleksi masuk di sebuah instansi. Di sisi lain, instansi juga mendapatkan output dengan SDM yang benar-benar berintegritas.
“Bahkan aplikasi Analitica ini juga bisa dipakai untuk tes CPNS, hingga tes TNI/Polri. Peserta yang lolos itu memang karena berdasarkan kemampuan mereka,” tutur pria kelahiran Madiun tersebut.
BACA JUGA:
Bupati Trenggalek Raih Gelar Magister dari Unair, Pilih Jurusan Ini
Tak hanya itu, Analitica juga menyediakan fitur bagi mereka yang belum lolos dalam tes ujian. Kata Hilmy, aplikasi ini sudah dilengkapi dengan latihan soal yang mirip dengan ujian terkait.
“Sistem kami juga memberikan data mendetail terkait kenapa peserta nggak keterima. Jadi, kita bisa memberikan alat ukur yang akurat terkait dengan performa individu secara intelektualitas,” jelasnya.
Analitica sendiri memiliki dua layanan. Pertama, bagi peserta yang hendak mengikuti tes masuk ke sebuah instansi, sudah disiapkan latihan soal. Kedua, Analitica juga menyewakan sistem ujian ke instansi untuk melakukan ujian tes masuk tersebut.
Karya inovasi itu pun telah meraih Juara 4 dalam LPDP Fest Kategori Business Initiation Plan Competition. Debut Analitica sendiri dimulai tahun 2021 lalu, dengan mengikuti Pertamina Muda Seed and Scale tahun 2021.
Di ajang tersebut, Analitica berhasil lolos menjadi Top 3 terbaik dan mengikuti mentoring selama 10 bulan, serta mendapatkan dana pengembangan usaha senilai Rp100 juta dari Pertamina.
BACA JUGA:
Pakar Unair Sebut Khofifah di Istana Negara Bentuk Beauty Contest Jokowi Jelang Pilpres 2024
Bersama anggota timnya, yakni Syubban Fakhriya dan Aris Aji Purnomo dari ITS, ke depan Hilmy akan terus melakukan pengembangan. Dalam waktu dekat, Analitica bakal meluncurkan fitur baru bernama ICA (Interactive Cognitive Assistant), yaitu sistem AI untuk membantu siswa belajar.
“Harapanya simpel, kami ingin ekosistem pendidikan di Indonesia menjadi lebih berintegritas dan intelektualitas, Analitica semoga bisa menjadi katalisator untuk cita-cita tersebut,” harapnya. [ipl/but]






