Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) mengadakan sertifikasi kompetensi bidang manajemen sumber daya Manusia (SDM). Kegiatan ini sebagai cara FEB untuk menghasilkan lulusan yang kompeten pada manajemen SDM.
Sertifikasi terbagi atas 3 rangkaian kegiatan, diawali dengan pelatihan, lalu pengumpulan portofolio, dan ujian sertifikasi. Menariknya sertifikasi ini tidak hanya diikuti mahasiswa aktif, tetapi juga fresh graduate dan alumni yang berkecimpung di dunia bisnis.
Dekan FEB Unisma, Nur Diana S.E., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan sertifikasi manajemen SDM ini didesain dengan bimbingan teknis. Sertifikasi ini menghadirkan narasumber dari praktisi human resources manajemen dari beberapa BUMN ternama.
Selain narasumber, ada juga 2 orang Asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Manajemen Profesional. Hal itu bertujuan untuk menilai kompetensi seseorang pada semua unit yang pada skema HRD Staff.
“Mahasiswa memperoleh dua keuntungan sekaligus, yaitu sertifikat kompetensi dari BNSP dan pelatihan. Sertifikasi kompetensi ini sangat bermanfaat untuk karir mereka di masa kini dan masa yang mendatang,” kata Diana, Sabtu (13/5/2023).

Diana menekankan, SDM kompeten jadi modal baik dalam peningkatan kinerja organisasi. Oleh karena itu membutuhkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang tepat. Profesi human resources management di perusahaan punya peran penting dan butuh banyak keahlian khusus seperti kompetensi hubungan industrial, negosiasi, pengembangan industri, komunikasi, dan lainnya.
“Sertifikasi ini penting untuk bekal bagi mahasiswa dalam persiapan karir dunia usaha dan dunia industri. Terlebih sudah ada Permenaker 115 tahun 2022 tentang pemberlakuan wajib sertifikasi kompetensi kerja untuk tenaga kerja bidang manajemen SDM, sehingga perlu diikuti oleh calon lulusan,” kata Diana.
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/dekan-feb-unisma-pastikan-2-jurusan-segera-akreditasi-internasional/
Dekan FEB Unisma menegaskan bahwa calon lulusan dan alumni yang memenuhi harapan kebutuhan industri ini akan mendukung karir dunia kerja. Sumber daya manusia yang punya sertifikasi kompetensi lebih employable dan produktif.
“Sertifikasi ini juga sebagai bukti tambahan atau bukti pendamping ijazah yang digunakan oleh asesi selama mengikuti pendidikan formal. Nanti ada nilai lebih atau pembanding untuk perusahaan. Di samping itu, memberikan legitimasi kompetensi kerja mahasiswa, dalam bidang manajemen dan implementasi pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU),” pungkas Dekan.
Sebagai informasi, awal rangkaian telah dimulai pada Selasa (9/5/203) dan berakhir Kamis (11/5/2023) lalu. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama FEB Unisma, Kadin Institute dan dengan LSP Manajemen SDM Profesional. (dan/ted)






