Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi Bisnis dan Teknologi Digital (FEB-TD) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengajak mahasiswa lebih peduli dengan lingkungan lewat The 3rd Unusa Brave Program Green Logistic.
Dekan FEB-TD Unusa Ubaidillah Zuhdi mengatakan bahwa melalui acara ini pihaknya mengajak kepada mahasiswa agar bisa lebih menjaga lingkungan.
“Yang kita tahu kalau bicara tentang logistik pastinya terkait pergudangan, dengan ada kata tambahan Green maka tidak hauh dengan eco maka dari itu kita ingin ajak mahasiswa bisa lebih peduli dengan lingkungan,” ungkapnya, Kamis (24/8/2024).
Dalam talkshow yang digelar, acara tersebut menghadirkan Amak Yaqoub, akademisi dari Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Acara ini diikuti mahasiswa Unusa dan University Malaysia Klantan.
Amak menyampaikan, green logistic merupakan green supply chain berbasis pada prinsip proses supply chain yang lebih sustainable dan bertanggung jawab terhadap dampaknya untuk lingkungan. Sehingga akan tercipta kualitas hidup lebih baik.
“Karena memang adanya tanggung jawab kepada lingkungan maka tidak hanya mengambil untung belaka, namun perusahaan logistik juga harus berperan dalam menjaga lingkungan,” ungkap Amak.
BACA JUGA:
Mahasiswa KKN Unusa Deklarasikan Desa Mandiri
Menurutnya perkembangan green logistic sendiri cukup bagus. Banyak perusahaan sudah mulai peduli dengan lingkungan mereka. “Berbagai macam teknologi pendukung sudah mulai banyak, dan perguruan tinggi dan dosen yang ada di Indonesia juga mulai melakukan penelitian ini jadi perkembangan cukup bagus,” ungkapnya.
Kata dia, industri makanan berkontribusi terhadap 40 persen emisi di seluruh dunia. Salah satu inovasi terkini adalah smart farming, memaksimalkan minimnya lahan, memakai sensor yang mendeteksi akurat kebutuhan tanah dan tanaman untuk memaksimalkan hasil tanam. “Namun dalam skala rumahan yang memungkinkan banyak orang untuk mengimplementasikan,” ucapnya.
BACA JUGA:
Unusa dan Pelindo Bangun Pengolahan Air Bersih di Ponpes Pamekasan
Amak mengakui untuk melakukan green logistic memerlukan dana yang tidak murah. Namun dirinya yakin investasi untuk green logistic ini akan berdampak jangka panjang.
“Sama halnya dengan pertanian yang melakukan oenyemprotan pestisida dengan menggunakan drone yang mana bisa melihat kondisi tanah itu memerlukan pestisada berapa persen sehingga tidak akan berlebihan dalam penggunaan pestisida,” ungkapnya. [ipl/but]






