Surabaya (beritajatim.com) – Dua tim mobil hemat energi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sukses menjuarai ajang Shell Eco-Marathon (SEM) Asia Pasifik dan Timur Tengah 2023 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.
Dua tim tersebut adalah Tim Sapuangin ITS yang berhasil meraih juara pertama on-track pada kategori Urban Concept Internal Combustion Engine, dan Tim Antasena ITS meraih juara ketiga on-track kategori Prototype Hydrogen Fuel Cell.
Tim Sapuangin bahkan berhasil menduduki posisi ketiga untuk mewakili Asia Pasifik dan Timur Tengah di ajang Drivers’ World Championship (DWC)+ 2023 yang akan berlangsung di India. Sejumlah penghargaan lain pun sukses disabet oleh Tim Sapuangin dan Antasena pada SEM 2023 ini.
Sedangkan pada perlombaan off-track kategori lomba Virtual Programme, Tim Sapuangin ITS berhasil menyabet juara pertama Data and Telemetry Award. Tak hanya itu, pada kategori lomba Eco-friendly, Tim Antasena ITS juga meraih juara kedua Carbon Footprint Reduction Award.
General Manager Tim Sapuangin Bayu Irfansyah Putra menjelaskan bahwa mobil dengan panjang 2,6 meter, lebar 1,3 meter, dan tinggi 1,1 meter ini dirancang eco-friendly atau ramah lingkungan dan hemat energi.
“Salah satu cabang lomba, carbon footprint reduction, mendorong tim kami untuk menjalankan proses hingga hasil produk yang ramah lingkungan,” ungkap Bayu, Senin (10/7/2023).
Soal hasil, berdasarkan peringkat juara 1 dalam kategori efisiensi bahan bakar, tim ini telah menunjukkan keunggulan yang mengesankan dan berhasil memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahap pertandingan on-track selanjutnya untuk maju ke ajang DWC 2023.
Prestasi tersebut tidak hanya mengukir nama ITS di tingkat regional, tetapi juga menjadi representasi yang kuat bagi Asia Pasifik dan Timur Tengah di kancah kompetisi global. Dari catatan peringkat, di putaran pertama berhasil menduduki peringkat pertama dengan energi tersisa sebanyak 80,1 persen.
Dilanjutkan dengan putaran kedua dan ketiga yang sangat dramatis, usai disusul oleh tim dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang membuat tim Sapuangin ITS berubah menjadi peringkat ketiga dengan energi tersisa sebanyak 64,8 persen dan 46 persen.
BACA JUGA:
ITS Surabaya Buka Prodi Rekayasa Kecerdasan Artifisial dan Rekayasa Perangkat Lunak
Bayu juga mengungkapkan, jika tim universitas dari Indonesia lainnya memiliki jiwa kompetitif yang tinggi sehingga membuat mereka menjadi lawan terberat pada ajang SEM 2023 ini. “Harapannya, kami akan kembali berlaga di tingkat dunia dengan inovasi-inovasi terbaik untuk menunjang hasil yang lebih baik ke depannya,” tandasnya.
Kemudian Antasena Alpha dari Tim Antasena ITS juga turut berpreatasi di sirkuit ini. General Manager Tim Antasena ITS Ghany Aqiilah mengatakan, pada kompetisi SEM 2023 ini timnya turun pada kategori kelas kendaraan Prototype Concept dengan kategori energi Hydrogen Fuel Cell.
Pada kategori ini, peserta ditantang untuk mendesain mobil dengan bahan yang kuat namun ringan, efisiensi fuel cell dan motor elektrik yang tinggi, sistem transmisi dengan friksi yang rendah, dan integrated sensor untuk mengkomunikasikan kondisi mobil kepada driver.
BACA JUGA:
Tim Antasena ITS Siap Ukir Prestasi di Ajang SEM Asia 2023
Untuk menjawab tantangan tersebut, menurut Gery, Antasena Alpha dirancang dengan desain bodi yang lebih aerodinamis berbahan komposit carbon fiber yang memiliki sifat rigid dan ringan. Hal itu merupakan kunci utama dari mobil hemat energi. “Selain itu, Antasena Alpha ini juga menggunakan chassis tipe ladder frame berbahan aluminium yang ringan dan kuat untuk menopang beban sekitar 150 kilogram,” jelas Gery.
Ia melanjutkan, pengembangan juga dilakukan pada sistem transmisi dengan melakukan peningkatan efisiensi sistem transmisi pada bagian penggerak yang menggunakan DC motor. Selain itu, faktor penting yang juga berpengaruh pada mobil hemat energi, yaitu velg dan ban.
BACA JUGA:
Guru Besar ITS Berhasil Inovasikan Biomassa Jadi Komponen Sel Surya
Mobil Antasena Alpha menggunakan velg dengan material komposit carbon fiber dan ban yang ringan dengan jenis flat tire. Melalui berbagai inovasi yang dikembangkan tersebut, Antasena Alpha mampu melaju dengan efisiensi bahan bakar 215 kilometer per meter kubik.
Hingga akhirnya berhasil mengantarkan Tim Antasena ITS menjadi juara tiga pada kategori tersebut. “Ke depan, harapannya Tim Antasena ITS dapat tampil lebih baik lagi dan membawa pulang piala winner di SEM On-Track Program 2024 mendatang,” pungkasnya. [ipl/but]






