Malang (beritajatim.com) – Penyakit kusta menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Malang. Hingga akhir tahun 2022 lalu, penderita penyakit kusta mencapai 41 orang. Jumlah itu ditemukan sejak Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, melakukan monitoring langsung penderita penyakit kusta hingga awal tahun 2023 ini.
“Untuk tahun 2022 lalu itu kami menemukan penderita kusta baru sebanyak 21 orang. Total hingga akhir Desember 2022, sudah ada 41 orang penderita kusta yang perlu dirawat,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Tri Awignami Astuti, Selasa (24/1/2023).
Kata Awig, sapaan akrab Tri Awignami Astuti, prevalansi penderita kusta di Kabupaten Malang saat ini hanya 0,16/10 ribu penduduk. Sejauh ini, 41 penderita kusta masih dalam perawatan rutin untuk pengobatan oleh Dinas Kesehatan setempat, melalui masing masing puskesmas.
[berita-terkait number=”5″ tag=”dinkes-kabupaten-malang”]
Awig menegaskan, pada penderita kusta ini masih ditemukan cacat tingkat dua, yaitu cacat yang sudah sulit dikembalikan. “Dari 21 penderita kusta yang ditemukan tahun 2022 lalu, ada yang cacat dua orang. Angka tersebut tidak boleh lebih dari 5 persen. Termasuk kasus pada anak sejauh ini kurang dari umur 14 tahun masih ditemukan sebanyak 5 persen saja,” bebernya.
Menurut Awig, secara keseluruhan di Kabupaten Malang masih ditemukan dalam kondisi yang sudah cacat dengan kategori anak-anak. Artinya, kata dia penemuan kasus kusta terlambat. “Harusnya penemuan itu tidak boleh terlambat. Kami mengingatkan kepada seluruh puskesmas apabila ada kasus di lapangan untuk segera dideteksi dan ditangani segera,” ujarnya.
Awig menambahkan, penanganan kusta dilakukan dengan cara rutin bergabung dengan UKS di sekolah, untuk mendeteksi apakah ada tanda tanda kusta pada anak anak.
Ia mengaku, kendala yang dialami dalam deteksi kusta yakni adanya stigma di masyarakat bahwa kusta tidak bisa disembuhkan. Padahal penyakit itu bisa disembuhkan, asalkan tidak terlambat dalam penanganan. “Maka tidak boleh ada diskriminasi dan harus langsung ditangani supaya tidak terlambat dan mengalami cacat,” bebernya.
Masih kata Awig, penyakit kusta disebabkan oleh bakteri, ciri ciri awal penderita kusta yakni ada bercak keputihan dan kemerahan pada kulit, baik itu wajah, tangan maupun kaki, kondisinya mati rasa. “Makan dan pola hidup bersih dan sehat harus tetap dijaga, agar terhindar dari penyakit kusta,” Awig mengakhiri. (yog/kun)






