Blitar (beritajatim.com) – Suasana di sekitar Masjid Al Muhtadin, Jalan Ki Ageng Sentono, Sananwetan, Kota Blitar, tampak berbeda. Sejak pukul 07.00 WIB, puluhan orang berkaos hitam khas Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) berkumpul bersama warga Lingkungan Bendil. Tanpa canggung, para pendekar ini berbaur dengan takmir, remaja masjid, hingga pengurus RT dan RW setempat.
Bukan untuk latihan jurus atau peragaan beladiri, kehadiran keluarga besar SH Terate Rayon Sananwetan ini adalah untuk menggelar aksi gotong royong. Fokus utama mereka pagi itu sederhana namun bermakna yakni merapikan halaman masjid yang sebelumnya dipenuhi tumpukan sisa bahan bangunan.
Selama lebih dari empat jam, alur kerja berlangsung taktis dan guyub. Ada yang mengangkat material sisa pembangunan, memindahkan tumpukan pasir, hingga menyusun dan memasang kembali paving block yang tersebar di area pelataran. Tepat pukul 11.30 WIB, halaman Masjid Al Muhtadin yang semula terkesan berantakan berubah menjadi resik, rapi, dan siap digunakan jamaah dengan nyaman.
Aksi sosial ini diikuti secara lengkap oleh jajaran pengurus dan anggota SH Terate, mulai dari Ketua Rayon Sananwetan, pengurus rayon, warga Sub Bendil, hingga para siswa dari Sub Bendil dan Karanglo.
Ketua Rayon Sananwetan, Kangmas Ridwan Sahrul, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran dan kekompakan yang terjalin selama aksi berlangsung. Bagi Ridwan, kegiatan semacam ini menjadi wujud nyata pengabdian organisasi kepada lingkungan sekitar.
“Alhamdulillah, kerja bakti bersama SH Terate Rayon Sananwetan dan warga masyarakat lingkungan Bendil berjalan lancar. Ini merupakan kegiatan kedua kami bersama warga Bendil,” ujar Ridwan.
Sebelumnya, momen serupa juga digelar menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI. Saat itu, mereka membersihkan halaman masjid beserta akses jalan lingkungan RT yang saban hari dilalui warga.
Menariknya, kontribusi SH Terate di Sananwetan tidak berhenti pada urusan kebersihan. Ridwan menyebut,pihaknya juga aktif bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan (kamtibmas).
“Kami ikut terlibat menjaga keamanan lingkungan Bendil, salah satunya dengan berpartisipasi di pos kamling serta memperkuat koordinasi dengan warga, perangkat RT, dan RW,” tambahnya.
Keterlibatan aktif para pendekar ini mendapat apresiasi positif dari struktur organisasi di tingkat atasnya. Ketua Ranting Sananwetan, Kangmas Slamet Widodo, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan ruang yang diberikan masyarakat Lingkungan Bendil kepada SH Terate.
Slamet berharap, nilai-nilai persaudaraan dan kepedulian sosial yang ditunjukkan para warga dan siswa SH Terate dapat terus terjaga serta memberikan dampak langsung yang dirasakan publik.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Harapannya, sinergi dan hubungan baik antara SH Terate dan masyarakat Bendil ini terus berlanjut ke depan, sehingga keberadaan kami senantiasa membawa kebaikan dan manfaat bagi lingkungan,” tutur Slamet.
Melalui sapu, cangkul, dan penataan paving di halaman masjid, SH Terate Rayon Sananwetan membuktikan bahwa kependekaran tak hanya soal ketangkasan olah fisik, melainkan juga keberadaan yang hadir merekat kebersamaan di tengah masyarakat. (owi/ian)






