Gresik (beritajatim.com)– Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gresik dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menunjukkan tren positif. Memasuki triwulan 2023 pendapatan sektor ini lampaui target.
Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, Aset Daerah (BPKAD) Gresik, Reza Pahlevi menuturkan, tren kenaikan itu tidak lepas dari pelayanan yang dihadirkan. Dimana, pembayaran PBB oleh wajib pajak direspon positif.
“Di bulan November 2023 ini capaiannya sudah lebih besar dibandingkan pendapatan PBB tahun 2022. Tahun lalu hingga akhir tahun pendapatan PBB yang masuk sebesar Rp 147 miliar, sementara saat ini sudah tembus Rp 160 miliar,” tuturnya, Kamis (16/11/2023).
BACA JUGA:537 Lembaga Pendidikan di Kabupaten Mojokerto Terima Dana BPPDGS
Mantan Kabag Humas Pemkab Gresik itu menambahkan, kendati capaiannya melampui target. Namun, pihaknya tidak menampik bahwa angka tersebut belum menyentuh target yang dicanangkan dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2023.
“Kami masih perlu bekerja ekstra agar target yang diminta oleh DPRD bersama Pemkab Gresik bisa tercapai di akhir tahun,” imbuhnya.
Masih menurut Reza, APBD 2023 target pendapatan sektor PBB sebesar Rp 170 miliar. Kemudian di P-APBD naik menjadi Rp 195 miliar. Angka tersebut optimis bisa tercapai kendati susah memasuki di pertengahan bulan November 2023.
“Masih ada dua bulan lagi November dan Desember 2023. Kami akan bekerja ekstra untuk menuntaskan target tersebut. Meski berat tapi akan kita optimalkan potensi yang ada,” paparnya.
BACA JUGA:BKPSDM Sampang Warning ASN Jelang Pilpres dan Pileg
Seperti diketahui sektor PBB menjadi andalan PAD Pemkab Gresik. Untuk merealisasikan hal itu, pelayanan terhadap masyarakat terus menjadi atensi. Salah satunya wajib pajak bisa membayar melalui online, atau di setiap kantor kecamatan juga dibuka pelayanan pembayaran PBB. (Dny/Aje)






