Bondowoso (beritajatim.com) – Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyampaikan nota Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2024 dalam Rapat Paripurna DPRD, Jumat (21/3/2025) malam.
Dalam laporannya, ia mengungkapkan bahwa realisasi pendapatan daerah mencapai Rp2,016 triliun atau 97,55% dari target yang ditetapkan.
“Alhamdulillah, pendapatan daerah kita terealisasi hampir 98 persen dari target yang telah ditetapkan. Ini menunjukkan pengelolaan keuangan yang cukup baik,” ujar Bupati Abdul Hamid Wahid dalam laporannya.
Selain itu, ekonomi Bondowoso mengalami pertumbuhan sebesar 4,87%, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 4,62%.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga mencatat hasil positif dengan realisasi sebesar Rp255,07 miliar atau 108,29% dari target.
Sementara itu, pendapatan transfer tercatat Rp1,721 triliun atau 96,20%, dan pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp39,75 miliar.
Di sisi belanja, Pemkab Bondowoso mengalokasikan Rp2,126 triliun untuk berbagai program pembangunan.
“Belanja daerah kita tetap difokuskan pada pembangunan dan pelayanan publik. Belanja operasi mencapai Rp1,637 triliun, sementara belanja modal sebesar Rp158,93 miliar. Selain itu, belanja transfer ke desa dan pihak lain mencapai Rp328,48 miliar,” jelasnya.
Dalam aspek pembangunan daerah, Bupati melaporkan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bondowoso atas dasar harga konstan tahun 2024 mencapai Rp15,809 triliun, mengalami kenaikan Rp734 miliar dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan PDRB atas harga berlaku mencapai Rp26,543 triliun, meningkat Rp1,770 triliun dari tahun 2023.
Peningkatan ekonomi ini juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat. PDRB per kapita atas harga berlaku meningkat menjadi Rp33,50 juta per tahun, naik Rp2,07 juta dibanding tahun sebelumnya. Tingkat pengangguran terbuka juga turun dari 4,15% pada 2023 menjadi 3,63% pada 2024.
“Ini bukan hanya sekadar angka, tapi juga menunjukkan bahwa masyarakat Bondowoso semakin sejahtera. Kita terus berupaya menciptakan lebih banyak lapangan kerja untuk mengurangi angka pengangguran,” tambah Bupati.
Selain itu, angka kemiskinan di Bondowoso juga mengalami penurunan. Pada 2024, angka kemiskinan tercatat 12,60%, turun dari 13,34% pada tahun sebelumnya. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami kenaikan dari 70,56 pada 2023 menjadi 71,22 pada 2024.
Tidak hanya capaian ekonomi dan sosial, Pemkab Bondowoso juga memperoleh berbagai penghargaan.
Salah satunya adalah penghargaan Universal Health Coverage (UHC) dari Kementerian Koordinator PMK, serta penghargaan atas evaluasi kinerja Penjabat Kepala Daerah terbaik kedua se-Indonesia dari Kemendagri.
“Kami sangat bersyukur atas berbagai pencapaian ini. Namun, tentu masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan,” kata Ra Hamid.
“Saya berharap DPRD dan seluruh elemen masyarakat terus mendukung pembangunan Bondowoso agar semakin maju dan sejahtera,” imbuhnya. (awi/ted)






