Ponorogo (beritajatim.com) – Pendaftaran Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Ponorogo diperpanjang. Jika sebelumnya pendaftaran terakhir pada 18 November, kini diperpanjang hingga 22 November 2022. Perpanjangan pendaftaran PPPK nakes ini bukan tanpa sebab, diperkirakan banyak nakes yang belum bisa masuk dalam sistem informasi sumber daya manusia kesehatan (SISDMK).
“Pendaftaran PPPK nakes kita perpanjang hingga tanggal 22 November. Banyak nakes yang belum masuk dalam data base SISDMK. Kalau di Dinas Pendidikan (Dindik) istilahnya Dapodik itu,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Ponorogo, Andy Susetyo, Minggu (20/11/2022).
Dengan adanya perpanjangan ini, para nakes bisa mengurus dulu untuk masuk dalam data base SISDMK. Sebab, salah satu syarat pendaftaran PPPK nakes ini, orang tersebut harus masuk dalam data base SISDMK. “Kita masih beri kesempatan untuk masuk ke SISDMK dulu, setelah itu baru daftar PPPK nakes. Syaratnya memang harus terdaftar di SISDMK,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pppk-ponorogo”]
Meskipun begitu, Andy mengaku bahwa pihaknya tidak tahun, berapa jumlah nakes di bumi reog yang sudah masuk dalam SISDMK ini. Menurutnya, yang mempunyai data tersebut adalah Dinas Kesehatan (Dinkes). “Kita tidak tahu berapa jumlahnya. Yang pasti tahu ya Dinkes, sebab memang ada disana,” ungkapnya.
Berbeda dengan PPPK guru, seleksi untuk rekrutmen PPPK nakes, seleksinya dengan tes CAT, seperti rekrutmen CPNS. Rencananya, pelaksanaan tes CAT ini akan digelar di Politeknik Kesehatan Malang yang kampusnya berada di Ponorogo. Badan Kepegawaian Negara (BKN), kata Andy menunjuk Kabupaten Ponorogo sebagai tempat untuk menggelar tes CAT PPPK nakes untuk wilayah eks-Karesidenan Madiun. “Perkiraan tes CAT untuK PPPK nakes bakal digelar pada tanggal 1-15 Desember nanti,” pungkasnya.
Untuk diketahui, bahwa formasi PPPK nakes tahun ini, Kabupaten Ponorogo dijatah 106 formasi. Jumlah itu terdiri dari untuk kelompok ahli pertama, S1 atau dokter dengan kuota 31 orang.Sementara sisanya untuk tenaga trampil atau setara D3, ssebanyak 74 orang. [end/suf]






