Malang (beritajatim.com) – Pendaftar mandiri Universitas Negeri Malang (UM) dari jalur skor/nilai UTBK dan prestasi dan mencapai 5000 orang. Tahun ini terdapat hal baru yang dilakukan panitia seleksi UM yaitu adanya calon mahasiswa cadangan.
“Pertama kalinya seleksi skor SNBT di Universitas Negeri Malang diumumkan mereka yang diterima tetapi sebagai cadangan,” kata Dr Rizky Firmansyah, Kasubdit Seleksi UM pada wartawan lewat zoom meeting pada Jumat (7/7/2023).
UM telah mengumumkan peserta yang diterima jalur nilai UTBK SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Test) pada Jumat 7 Juli Kemarin. Sementara jalur prestasi sudah diumumkan 5 Juli 2023 lalu. Tak hanya yang diterima langsung, UM juga mengumumkan peserta diterima sebagai cadangan melalui akunnya masing-masing.
“Pengumumannya lewat akun peserta, secara terbuka dan tidak ada rahasia. Untuk yang cadangan jadi misalnya di prodi A daya tampung sebanyak 50 orang, maka urutan ke 51 sampai 70 an itu sebagai cadangan. Jika ada 10 yang tidak registrasi ulang maka urutan cadangan 10 teratas yang akan menggantikan, melakukan registrasi di tanggal 14 Juli,” tutur Rizky.
Kuota cadangan ini diperuntukkan jika ada peserta yang diterima SNBT tetapi tidak melakukan registrasi ulang pada 13 Juli 2023. Tujuannya cadangan ini agar bisa terpenuhi jumlah ada yang tidak melakukan daftar ulang.
SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) 2023 ada sebanyak 190 calon mahasiswa baru yang tidak daftar ulang.Angka tersebut dilimpahkan ke jalur mandiri.
BACA JUGA:
24 Mahasiswa AS Ikuti Program CLS di UM Malang
UM juga memberi ke kuota untuk Tes Mandiri Berbasis Komputer (TMBK) yang dihelat secara sejak 12 Juli 2023 di empat titik. Ada di Makassar-Sulawesi Selatan, Jakarta, Banjarbaru-Kalimantan Selatan, dan di UM.
Lokasi ujian di Makassar berada di SMKN 2 pada 12-13 Juli 2023. Kemudian di Jakarta di SMAN 71 pada 15-16 Juli 2023, Banjarbaru di SMKN 2 pada 17-18 Juli 2023 dan di UM pada 20-22 Juli 2023.
BACA JUGA:
CLS UM Malang Adakan Perayaan Fourth of July, Mahasiswa Amerika Nyanyikan Indonesia Raya
“Tujuan diadakan di sejumlah tempat TMBK agar memudahkan peserta dengan ujian di lokasi terdekat dari rumah. Apalagi ini sifatnya masih ujian dan belum tentu diterima,” ujarnya.
Jika hanya diadakan di UM, maka akan menambah beban biaya peserta yang berlokasi dari Malang. Melalui seleksi mandiri PTN, memang peserta bebas memilih PTN manapun karena waktunya berbeda.
“Jadi sebanyak 26.000 peserta SNBT yang tidak lolos di UM lalu bisa jadi ada yang mendaftar di UM atau bisa juga PTN lain,” lanjut Rizky.
Selain skema TMBK, juga ada skema kemitraan di jalur mandiri dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Terdapat 2 jalur kemitraan di UM. Pertama, jalur kemitraan jaminan pembiayaan dari pemda, organisasi, atau lembaga instansi. Kedua, jalur outbound international student mobility.
“Untuk masyarakat umum bisa menjadi mitra. Jalur kemitraan International Student Mobility ini akan dibuka tanggal 10 Juli sampai 18 Juli kemudian diumumkan pada 21 Juli 2023,” tutup Rizky. [dan/beq]






