Ngawi (beritajatim.com) – Pencurian sepeda motor di parkiran masjid di Ngawi Jawa Timur terekam kamera CCTV. Dalam rekaman itu terlihat pelaku menyamar menjadi jamaah masjid. Pelaku diduga masih di bawah umur.
Nampak dalam rekaman CCTV seorang anak laki-laki berpura-pura mengikuti salat jamaah asaar di Masjid Annoor, Desa Beran, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Senin (8/11/2021) pukul 14.45 WIB. Itu sesuai keterangan waktu di vidio yang tersimpan digital video recorder (DVR) milik masjid setempat.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pencurian”]
Anak itu memakai topi bercelana panjang dan pakai baju flanel. Dia datang layaknya jamaah lainya. Namun dalam rekaman CCTV terlihat anak itu tidak mengikuti salat jamaah asar. Dia justru mengincar sepeda motor yang terpakir di halaman masjid.
Saat seluruh jamaah mulai menunaikan salat, pelaku pun beraksi. Sepeda motor milik Adinda Tansauja (17) pelajar SMA Ma’arif warga Desa/Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi digondol pelaku. Sepeda motor curian itu oleh pelaku didorong hingga keluar masjid. Pencurian itu terkuak setelah pengurus masjid membuka rekaman CCTV.
“Jadi pas mau mulai salat jamaah, pelaku beraksi. Motor itu langsung didorong hingga keluar masjid. Ciri-cirinya pakai celana panjang, baju flanel, pakai topi. Katanya pelaku pernah sekolah di Maarif Beran, dicurigai itu. Korban panik cari kemana-mana dan tahu setelah buka CCTV. Korban pelajar,” kata Bahrul Alamsyah, Pengurus Masjid Annoor.
Pelaku pernah menjadi pelajar di SMP Ma’arif Beran. Namun karena terlibat aksi pencurian, dia dikeluarkan oleh pihak sekolah. Hingga kini pihak Masjid Annoor terus berkordinasi dengan Polres Ngawi untuk mencari dan menangkap pelaku.
“Dulu pernah tertangkap curi diesel. Untuk pencurian motor ini belum ditangkap. Dikenali mantan pelajar SMP sini. Saya tanya gurunya membenarkan itu pelaku pernah sekolah di SMP Maarif. Dalam rekaman itu, ciri-ciri fisiknya identik dengan pelaku,” katanya. [fiq/suf]







