Banser bersalaman dengan Pj Bupati Pasuruan Andriyanto setelah melakukan demo.
Pasuruan (beritajatim.com) – Dalam rapat paripurna pada Senin (26/2/2024), sebuah insiden menarik perhatian ketika ditemukan bahwa gambar mantan Bupati Pasuruan dicoret di cup gelas kopi bertuliskan “Kopi Kapiten”. Hal ini menimbulkan kekecewaan dan ketidakpuasan dari Irsyad Yusuf atau Gus Irsyad, mantan bupati yang wajahnya dicoret tersebut.
Menurut Irsyad Yusuf, perlakuan tersebut dianggap tidak etis. Dia menyarankan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) membeli cup baru tanpa gambar wajahnya.
“Perlakuan seperti ini tidak etis. Seharusnya bisa dibeli cup baru tanpa perlu mencoret wajah saya. Saya merasa tidak dihargai sama sekali,” ujar Irsyad.
Diketahui bahwa gambar wajah Irsyad Yusuf yang dicoret tersebut merupakan bagian dari branding pada masa jabatannya sebagai Bupati Pasuruan selama dua periode atau 10 tahun.
Irsyad juga menyatakan bahwa jika cup tersebut tidak sesuai dengan kebijakan Pemkab saat ini, seharusnya dibuang atau dibakar.
Mengetahui hal tersebut, anggota Banser Kabupaten Pasuruan mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap perlakuan tersebut. Mereka mendatangi kantor Penjabat (Pj) Bupati Pasuruan untuk menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut.
Kasat Korwil Banser Jawa Timur, Kosim, menyatakan bahwa tindakan Banser adalah bentuk keprihatinan terhadap Gus Irsyad sebagai komandan mereka. Mereka merasa bahwa pemimpin mereka telah dilecehkan dengan mencoret gambar wajahnya di cup kopi.
Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto, mengakui bahwa insiden tersebut terjadi tanpa unsur kesengajaan dan tanpa ada perintah yang mendukungnya. Namun, ia meminta maaf atas kejadian tersebut atas nama Pemkab Pasuruan.
Andriyanto menjelaskan bahwa pencoretan gambar tersebut terjadi karena masih dalam konteks masa kampanye, di mana Aparatur Sipil Negara (ASN) harus bersikap netral. Irsyad Yusuf sendiri ikut maju dalam pemilihan legislatif DPR RI dapil Jatim II.
Pj Bupati juga menegaskan bahwa cup tersebut tidak akan diganti, karena menjadi bagian dari warisan Kabupaten Pasuruan dan menjadi salah satu ikonnya.
“Saya sungguh meminta maaf jika ada yang tersinggung, karena ini tidak disengaja sama sekali. Ini adalah bagian dari tugas ASN yang harus netral,” tandasnya.
Andriyanto juga mengapresiasi kehadiran Banser yang menunjukkan identitas khas Kabupaten Pasuruan. Untuk mencegah kejadian serupa, ia berjanji akan berkoordinasi dengan sejumlah ASN, termasuk Sekretaris Dewan yang tidak memeriksa keberadaan cup tersebut dalam rapat Paripurna LKPJ sebelumnya. [ada/but]
Beritajatim.com adalah media online berbasis di Surabaya, dan fokus pada pemberitaan di wilayah Jawa Timur. Sejak awal, beritajatim.com memegang teguh kaidah jurnalistik dalam pemberitaan, sehingga aspek akurasi, disiplin verifikasi, independen, melekat kuat di setiap berita Selengkapnya