Tuban (beritajatim.com) – Sebagai bentuk dukungan dalam program satu desa satu produk unggulan atau One Village One Product (OVOP), Bupati Tuban bersama Kapolres, serta Dandim 0811 melakukan penanaman pohon durian.
Kegiatan itu dilakukan di Desa Kebonharjo, Kecamatan Jatirogo. Penanaman pohon durian tersebut sekaligus sebagai simbol dilaunchingnya Kampung Durian yang telah dicanangkan di Kecamatan Jatirogo dan Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban, Sabtu (2/4/2022).
Dari dua wilayah kecamatan itu, terdapat empat desa yang dinilai cocok ditanami urian. Empat desa yang dilaunching sebagai Kampung Durian itu adalah Desa Kebonharjo, Desa Wangi, Desa Jlodro dan Desa Sokogunung.
“Keempat desa itu ada di satu kawasan dan berdekatan, meliputi wilayah Kecamatan Jatirogo dan Kecamatan Kenduruan,” terang Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, saat melakukan penanaman durian.
Pengembangan kampung durian ini merupakan program multi-years dimana bekerja sama dengan masyarakat dalam pengembangannya. Durian dipilih untuk dikembangkan, sebab memiliki nilai ekonomi tinggi. Disamping itu, jenis tanah di empat desa tersebut juga sangat potensial untuk ditanami durian. “Pastinya akan bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam pengembangan ekonomi hingga tingkat rumah tangga,” sambung Mas Bupati, sapaan akrab Aditya Halindra Faridzky.
Ada dua jenis durian yang dikembangkan di wilayah tersebut, yaitu durian musang ming dan black ton. Setidaknya, 4 ribu bibit akan ditanam di kawasan tersebut, dengan luas lahan mencapai 1.000 hektare. Program itu dikerjakan hingga November 2022.
Dalam penanaman pohon durian ini, masyarakat menggunakan pupuk organik hasil pengembangan yang bekerjasama dengan pakar dari salah satu universitas negeri ternama. Ditargetkan dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun sudah bisa dipanen.
[berita-terkait number=”5″ tag=”durian”]
Kedepan, hasil pengembangan durian tersebut akan menghiasi pasar lokal dan menggunakan cap Tuban. “Untuk pemasaran akan diserap pasar lokal saja, karena untuk memenuhi kebutuhan di sini saja tidak cukup,” tegas Bupati Tuban.
Di tempat yang sama, Kapolres Tuban AKBP Darman menambahkan, proyek pengembangan kampung durian ini melibatkan masyarakat secara langsung. Hal ini sangat penting dalam pengembangan perekonomian desa, terutama untuk para petani yang sebelumnya hanya mengembangkan tanaman palawija.
Selain itu juga bisa menjadi stimulan munculnya UMKM baru dari produk masyarakat lokal. “Ini nanti ada produk turunannya. Bapaknya merawat durian, ibu-ibu di rumah bisa membuat olahan durian yang bisa dijual,” kata AKBP Darman.
Kapolres menegaskan, meskipun durian bersifat tahunan, di sela-sela tanaman masih bisa dimanfaatkan petani lokal untuk tanaman jagung. Kedepannya, kampung durian tersebut akan berkembang menjadi desa wisata, sesuai arah program OVOP.
“Jadi petani nggak usah bingung, masih bisa dapat penghasilan dari jagung kalau durian belum berbuah. Ini adalah bentuk dukungan penuh kami terhadap program dari Mas Bupati,” pungkasnya. [mut/suf]






