Pasuruan (beritajatim.com) – Insiden memilukan mengguncang ketenangan warga Dusun Sukorejo, Desa Karangjati, saat api berkobar hebat menghanguskan sebuah hunian di malam Idulfitri.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat (20/3) malam ini diduga sengaja dipicu oleh aksi nekat seorang pemuda terhadap rumah milik ibu kandungnya sendiri.
Kobaran api baru berhasil dikuasai sepenuhnya setelah satu unit pemadam kebakaran Kabupaten Pasuruan dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pembasahan.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, bangunan rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga mencapai 70 persen.
Kapolsek Pandaan, Kompol Slamet Prayitno, mengonfirmasi bahwa pelaku pembakaran berinisial GL (26) telah berhasil diamankan oleh petugas di lapangan.
“Sdr. Gustaf Loding yang diduga melakukan pembakaran rumah sudah diamankan dan dalam penanganan Polsek Pandaan,” ungkapnya, Sabtu (21/3).
Berdasarkan penyelidikan awal, aksi nekat pelaku ditengarai akibat kondisi mental yang tidak stabil semenjak mengalami perceraian dengan istrinya. Ketidakharmonisan hubungan antara ibu dan anak ini memang dilaporkan sering memicu keributan di dalam rumah tangga mereka selama ini.
Saksi mata di lokasi menyebutkan bahwa api mulai terlihat membesar saat warga sekitar sedang sibuk melaksanakan pembagian zakat fitrah. Warga sempat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sebelum tim pemadam kebakaran tiba di titik kejadian di wilayah Karangjati tersebut.
Slamet menambahkan bahwa kerugian materiil akibat amukan si jago merah ditaksir mencapai angka Rp50 juta. “Terjadi peristiwa kebakaran di rumah milik Ibu Mistiana yang diduga dibakar oleh anak kandung yang dimungkinkan mempunyai gangguan mental,” jelasnya merinci latar belakang kejadian.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi, termasuk kakak kandung pelaku yang berada di lokasi saat kejadian. Pengamanan ketat dilakukan di sekitar area sisa kebakaran guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dari kerumunan warga.
Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif guna menentukan langkah hukum selanjutnya terkait tindakan anarkis yang dilakukannya. Tragedi di pengujung Ramadan ini menjadi catatan kelam bagi warga Pandaan yang seharusnya merayakan hari kemenangan dengan kedamaian. (ada/ted)






