Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Pasuruan mulai melirik potensi sumber daya pesisir di Kecamatan Bugul Kidul sebagai lokasi strategis untuk pengembangan sektor maritim. Kawasan ini dinilai memiliki peluang besar untuk mendukung pembangunan pelabuhan baru di luar wilayah Panggungrejo dan Gadingrejo yang selama ini lebih dikenal sebagai pusat aktivitas maritim kota.
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menjelaskan bahwa Pemkot telah bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Politeknik Pelayaran Surabaya dalam menyusun kajian potensi kelautan yang difokuskan pada wilayah pesisir Kelurahan Kepel. Kajian tersebut telah rampung dan diserahterimakan kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti dalam bentuk rencana pembangunan konkret.
“Kajian ini menunjukkan bagaimana kawasan maritim di Kota Pasuruan bisa dioptimalkan lebih jauh,” ujar Adi. Dalam kajian tersebut, salah satu rekomendasi utama adalah pembangunan Pelabuhan Pengumpan Lokal di Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul.
Pembangunan pelabuhan ini diproyeksikan untuk memperkuat konektivitas angkutan laut domestik berskala kota. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 57 Tahun 2020, pelabuhan pengumpan lokal melayani angkutan laut dalam jumlah terbatas dan berfungsi sebagai pelabuhan pengumpan bagi pelabuhan utama maupun pelabuhan pengumpul di wilayah sekitarnya.
Dengan status sebagai pelabuhan lokal, pengelolaan infrastruktur ini akan berada di bawah kendali penuh Pemerintah Kota Pasuruan. “Dengan demikian, penataan dan pengembangan bisa dilakukan sesuai arah kebijakan daerah,” tegas Adi Wibowo.
Saat ini, Kota Pasuruan memiliki satu pelabuhan eksisting, yakni Pelabuhan Pengumpan Regional yang berada di bawah pengelolaan Pelindo. Wali Kota Adi Wibowo menyebut, karena bukan merupakan kewenangan daerah, peran Pemkot selama ini hanya sebatas pada kerja sama terbatas, seperti dalam pembangunan trotoar di area pelabuhan.
“Karena bukan wewenang kami, keterlibatannya hanya sebatas kerja sama, seperti pembangunan trotoar beberapa waktu lalu,” imbuh politisi Partai Golkar itu.
Pemerintah kota menaruh harapan besar bahwa kehadiran pelabuhan baru akan menjadi pemicu tumbuhnya geliat ekonomi maritim berbasis lokal. Selain memperluas potensi sektor logistik laut, pelabuhan ini juga diharapkan menjadi katalis pengembangan UMKM pesisir.
“Kalau pelabuhan ini jadi, nanti Kota Pasuruan akan memiliki dua pelabuhan sekaligus,” kata Adi. Ia menegaskan bahwa dokumen kajian ini akan menjadi bahan rujukan penting dalam menyusun rencana pembangunan jangka menengah daerah, khususnya di sektor kelautan dan konektivitas maritim. [ada/beq]






