Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto resmi menjalin kerja sama strategis dengan Museum Gubuk Wayang sebagai upaya pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal. Kegiatan ditandai dengan Kirab Pataka Kejayaan Majapahit Wilwatikta Pataka Saphalata dari Alun-alun Wiraraja menuju Balai Kota Mojokerto.
Kirab ini menjadi yang pertama kalinya digelar dan menampilkan 12 pataka lambang kejayaan Kerajaan Majapahit. Pataka yang dikirab merupakan panji-panji atau lambang kekuasaan yang melekat pada raja-raja zaman Kerajaan Majapahit. Terdapat 12 pataka yang dikirab diantaranya, sang Dwijanaga Nareswara, Sang Padmanaba Wiranagari.
Sang Naga Awamabhumi, Sang Hyang Baruna Rajanaga, Sang Gurdaishwara Nagadahana Gendhela, Sang Pancabadra Mahawira Danadyaksa, Sang Mahantagemala Nagadirandra, Sang Hyang Nagaprasanti, Kalacakra (Cakra Bawana) Buntala, Purnacakra Makuta Buntala, Trisula Diwinaga Buntala, Tirta Amrta Nagakamandalu.
Peserta kirab diawali dari pasukan pengibar bendera yang membawa bendera merah putih disusul atraksi Paskibraka dan pertunjukan Tari Naga (Liang Lion). Kemudian di belakang bendera lambang Surya Majapahit dan diikuti oleh 12 pataka. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi bersama Forkompinda menerima 12 pataka tersebut.
Sebanyak 12 pataka tersebut diletakan di Balai Kota Mojokerto. Kegiatan dilanjutkan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkot Mojokerto dan Museum Gubuk Wayang serta tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, serta Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Mojokerto.
Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo menjelaskan bahwa kerja sama ini dilandasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan Permendagri Nomor 22 Tahun 2020 tentang Tata Cara Kerja Sama Daerah. “Ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat pelestarian budaya dan warisan leluhur,” ungkapnya, Kamis (5/6/2025).

“Tindak lanjut dari kerja sama ini akan dituangkan dalam perjanjian antara Museum Gubuk Wayang dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, serta Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Mojokerto,” jelasnya.
Direktur Museum Gubuk Wayang, Desa Putri Njoto, menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa semangat pelestarian budaya ini menjadi pengingat atas kejayaan Majapahit yang bersemayam di Mojokerto. “Melalui kerja sama ini, kami ingin memberi edukasi budaya kepada anak-anak,” katanya.
Meseum Gupuk Wayang bisa mengenalkan wayang topeng, alat musik tradisional, hingga praktek memainkan gamelan kepada generasi muda. Pihaknya berharap Kirab Pataka Kejayaan Majapahit Wilwatikta Pataka Saphalata bisa menjadi agenda tahunan dalam peringatan Hari Jadi Kota Mojokerto.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyebut kirab pataka sebagai simbol semangat menjaga dan meneruskan nilai luhur budaya. “Kita tidak hanya membangun fisik dan ekonomi, tetapi juga karakter dan identitas budaya. Kota Mojokerto punya tanggung jawab besar menghidupkan kembali ruh peradaban Majapahit yang menjunjung tinggi budaya, seni, dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Penandatanganan ini, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red), menjadi tonggak penting kemitraan formal antara pemerintah dan institusi budaya. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Mojokerto ini berharap, melalui kerja sama tersebut menjadi sinergi yang berkelanjutan dalam mewujudkan Kota Mojokerto yang maju, berkarakter, dan sejahtera.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai budayanya. Mari bersama-sama menjaga warisan leluhur untuk generasi penerus,” pungkasnya. [Adv-kom]






