Malang(beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang mengajukan proposal renovasi Stadion Gajayana agar berstandar Internasional. Proposal renovasi diajukan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.
“Petunjuk teknis terbaru dari Kemenpora sudah kami terima, kita sedang menyiapkan untuk pemenuhan dokumen administrasi yang dipersyaratkan,” kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang, Baihaqi, Rabu, (2/8/2023).
Koordinasi terus mereka lakukan agar pengajuan renovasi Stadion Gajayana masuk dalam APBN. Sebab, biaya renovasi Stadion Gajayana cukup besar mencapai Rp200 miliar.
Baca Juga: Pemkot Malang Siapkan Parkir Vertikal di Kawasan Stadion Gajayana dan MOG
Rencana awal Stadion Gajayana akan dibangun ulang. Namun setelah dikalkulasi kebutuhan membangun ulang sekira Rp500 miliar. Jalan paling realistis adalah melakukan renovasi besar-besaran agar berstandar Internasional.
“Kita sudah diskusi, saya diminta hitung ulang dan kemungkinan rehab besar bukan dibangun ulang dari nol, karena tidak mungkin dengan sisa waktu yang ada dan melihat kemampuan APBN itu sendiri,” imbuh Baihaqi.
Stadion tertua di Indonesia yang berdiri sejak era kolonial di tahun 1924 ini bakal direnovasi seperti Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali yang sudah berstandar Internasional.
Infrastuktur yang bakal dibenahi meliputi lintasan atletik berstandar Internasional, penambahan tribun, penambahan kursi penonton, rumput berstandar FIFA, ruang ganti pemain, penerangan dan sarana prasarana pendukung lainnya.
“Gambaran kami ya seperti Stadion Kapten I Wayan Dipta, renovasi standar internasional. Itu butuh Rp152 sampai Rp200 miliar,” ujar Baihaqi. (luc/ted)
[berita-terkait number=”3″ tag=”malang”]






