Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) kembali menggelar Mini Lokakarya Stunting di tingkat kecamatan.
Kegiatan kali ini berlangsung di Aula Kecamatan Pesantren, pada Selasa (19/8/2025), sebagai bagian dari mekanisme operasional Program Bangga Kencana.
Kepala DP3AP2KB Kota Kediri, Arief Cholisudin Yuswanto, menyampaikan bahwa Program Bangga Kencana memiliki fokus utama pada perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, pendidikan anak, hingga pencegahan stunting. Mini lokakarya ini, menurutnya, difokuskan pada upaya mempercepat penurunan stunting melalui langkah-langkah preventif.
“Pada hari ini kita laksanakan mini lokakarya kedua di tahun 2025, adapun kegiatan sesi pertama kita fokuskan pada koordinasi dengan Program Penanganan dan Pencegahan Stunting (P3NK). Sedangkan hari ini membahas pentingnya tes kesehatan sebelum menikah,” jelas Arief.
Arief menambahkan, kelurahan memegang peranan penting dalam menyinergikan tugas P3NK bersama Tim Penggerak Keluarga (TPK). Langkah ini dilakukan untuk memastikan calon pengantin menjalani tes kesehatan pranikah.
“Tes kesehatan pranikah, sangat penting untuk mencegah stunting pada anak karena dapat membantu mengidentifikasi masalah kesehatan pada calon pengantin yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan anak, termasuk resiko stunting,” ucapnya.
Sekretaris Camat Pesantren yang mewakili Camat juga menuturkan, sepanjang Januari hingga Juli 2025 tercatat 1.653 kasus stunting di wilayahnya. Oleh karena itu, petugas P3NK memiliki tanggung jawab besar sebagai gerbang awal sebelum pernikahan. Setelah menjalani tes kesehatan, calon pengantin akan menerima Sertifikat Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) sebagai syarat memperoleh Formulir N1.
“Semoga melalui kegiatan ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dan semoga upaya Pemkot Kediri dalam menurunkan angka stunting di Kota Kediri dapat terealisasi,” tuturnya.
Mini lokakarya serupa sebelumnya juga dilaksanakan di Kecamatan Mojoroto pada 21 Mei 2025, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pencegahan stunting di seluruh wilayah Kota Kediri. [nm/ted]






