Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri menambah kepesertaan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Tidak hanya menghadirkan perangkat kelurahan, tetapi Musrenbang Kota Kediri akan menghadirkan kelompok pemuda, perwakilan anak, perempuan dan penyandang disabilitas.
Chevy Ning Suyudi, Kepala BAPPEDA Kota Kediri mengatakan, dengan menambah kepesertaan dalam Musrenbang harapannya bisa menampung dan menetapkan kegiatan prioritas sesuai usulan masyarakat.
“Harapannya semua program di kelurahan bisa terfasilitasi,” ujar Chevy Ning Suyudi, Kepala BAPPEDA Kota Kediri.

Masih kata Chevy, penambahan kepesertaan tersebut agar kelurahan dapat menetapkan kegiatan prioritas yang akan diajukan pada Forum Musrenbang tingkat kecamatan, serta diusulkan pada Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) terkait.
Selain itu, kata Chevy terdapat pula Forum Perangkat Daerah Tematik yakni sebuah forum yang dikhususkan untuk membahas program prioritas pembangunan berdasarkan tema tertentu, di antaranya: pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, kota layak anak dan inovasi daerah.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkot-kediri”]
Dirinya juga menjelaskan bahwa Indeks Inovasi Daerah merupakan hal yang penting karena masuk ke dalam salah satu komponen kinerja Dana Insentif Daerah, sehingga diharapkan perangkat daerah dapat merancang program inovasi untuk kelurahan.
Dalam Musrenbang kali ini, Pemkot Kediri berfokus pada tiga bidang prioritas pembangunan kelurahan, antara lain: bidang pembangunan manusia, bidang infrastruktur, serta bidang ekonomi dan pemerintahan.
Menurut Chevy, pembangunan daerah seyogyanya bersifat partisipatory yang berarti melibatkan masyarakat secara aktif. Sehingga program kegiatan yang dirancang Pemkot Kediri dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Kediri.
“Jadi dalam Musrenbang ini yang kita butuhkan adalah partisipasi aktif dari Masyarakat itu sendiri,” ucap Chevy.
Berdasarkan jadwal kegiatan Musrenbang Kelurahan tahun 2023 pertama digelar di 16 kelurahan, yaitu: Bandar Kidul, Bandar Lor, Tamanan, Mojoroto, Sukorame, Kaliombo, Jagalan, Ngadirejo, Banjaran, Ringin Anom, Balowerti, Tempurejo, Bawang, Ngletih.
Kelurahan Banaran dan Pesantren. Tanggal 1 Februari digelar di 17 kelurahan, yaitu: Pojok, Bujel, Lirboyo, Banjarmlati, Ngampel, Rejomulyo, Setonopande, Kemasan, Semampir, Kampung Dalem, Manisrenggo, Setono Gedong, Bangsal, Ketami, Burengan, Jamsaren dan Betet.
Sedangkan kedua digelar di 13 kelurahan, yakni: Gayam, Dermo, Mrican, Campurejo, Dandangan, Ngronggo, Pakelan, Pocanan, Singonegaran, Pakunden, Tosaren, Blabak, dan Tinalan.
Pemkot Kediri berharap penyelenggaraan Musrenbang di tingkat Kelurahan ini menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi warga dalam rangka merencanakan pembangunan Kota Kediri agar menjadi lebih baik di masa yang akan datang.
“Semoga usulan pembangunan mulai level kelurahan sudah mengacu pada RPJMD yang telah ditetapkan, sehingga nanti usulan-usulannya sudah mengarah pada program prioritas-prioritas pembangunan Kota Kediri” tandasnya. [nm/ted]






