Kediri (beritajatim.com) –Memperingati Hari Jadi Kota Kediri ke-1140, Pemerintah Kota Kediri menggelar Doa Bersama antar Umat Beragama bertempat di Balaikota Kediri. Kegitan ini merupakan agenda rutin setiap tahun pada saat hari jadi Kota Kediri. Doa bersama ini diikuti enam unsur agama di yakni Islam, Kristen, Katholik, Budha, Hindu, Konghucu serta Penghayat Kepercayaan.
Dalam sambutannya, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan di Kota Kediri. Serta menurunkan kepada generasi penerus untuk terus menjaga kerukunan dan kemajemukan yang ada di Kota Kediri. Indeks kerukunan antar umat beragama di Kota Kediri termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai 3,76.

[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-kediri”]
Walikota muda ini mengatakan dengan menjaga kerukunan banyak dampak positif yang diperoleh Kota Kediri. Seperti bertumbuhnya ekonomi di Kota Kediri sehingga angka pengangguran terbuka dan kemiskinan di Kota Kediri menurun. Selain itu, banyak pula penghargaan yang telah diraih Kota Kediri.

Pada kesempatan ini pria yang akrab disapa Mas Abu tersebut berpesan kepada orang tua untuk menyiapkan putra-putrinya dalam persaingan global. Kota Kediri indeks minat bacanya tinggi tentu ini menjadi modal bagus untuk menaikkan kualitas sumber daya manusia di Kota Kediri . Apalagi saat ini tantangannya adalah globalisasi yang didalamnya ada teknologi. Dimana teknologi ini dapat membawa dampak positif dan negatif.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkot-kediri”]

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah, Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Kediri, FKUB, pimpinan organisasi keagamaan, tokoh agama dan tokoh masyarakat. [adv hms/nng].






