Blitar (beritajatim.com) – Kepedulian terhadap korban gempa di Cianjur Jawa Barat, terus berdatangan dari sejumlah pihak. Salah satunya adalah Pemerintah Kota Blitar, Jawa Timur.
Sebanyak 1,5 ton sambel pecel khas Blitar dikirimkan oleh Pemerintah Kota Blitar ke pengungsian Cianjur. Selain sambel pecel, Pemkot Blitar juga mengirimkan uang senilai 171 juta rupiah untuk pengungsi korban gempa Cianjur, Jawa Barat.
“Ini bentuk solidaritas kita terhadap saudara kita yang di Cianjur seluruh elemen di Kota Blitar baik ASN, Baznas, Pramuka, PMI dan BPBD ini bersinergi untuk memberikan bantuan yang tunai senilai 171 juta serta 1,5 ton sambel pecel” kata Priyo Suhartono, Sekretaris Daerah Kota Blitar, Jumat (9/12/2022).
Pemilihan bantuan berupa sambel pecel ini dilakukan karena kuliner Khas Blitar itu memiliki daya simpan yang lama. Proses pemasakan untuk sambel pecel sendiri juga terbilang mudah sehingga dinilai sangat cocok untuk digunakan sebagai lauk oleh para pengungsi.
Pemberian bantuan sampel pecel ini pun juga telah dikoordinasikan dengan BPBD Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Pemerintah Kota Blitar berharap bantuan sambel pecel ini bisa membantu memenuhi kebutuhan lauk untuk para pengungsi.
“Kami sudah koordinasi dengan BPBD Cianjur soal pengiriman bantuan. Saat ini, bantuan yang dibutuhkan lauk pauk yang tahan lama, seperti rendang dan sambal pecel. Kebetulan, Kota Blitar penghasil sambal pecel” Imbuhnya.
1,5 ton sambel pecel yang dikirimkan untuk pengungsi korban gempa di Cianjur Jawa Barat ini merupakan bantuan dari BPBD Kota Blitar. Nilai dari 1,5 ton sambel pecel ini bahkan mencapai 66 juta rupiah.

Kini sambel pecel bantuan BPBD Kota Blitar tersebut telah dikirim melalui jalur darat. Nantinya bantuan sambel pecel itu diserahkan ke BPBD Cianjur untuk selanjutnya dilakukan pendistribusian kepada para pengungsi.
“1,5 ton sambel pecel ini bantuan dari BPBD Kota Blitar nilainya sekitar 66 juta lebih, semua itu diperuntukkan bagi pengungsi Cianjur” jelasnya.
Selain sambel pecel Pemerintah Kota Blitar juga mengirimkan uang tunai senilai 171 juta rupiah. Yang tersebut berasal dari donasi para aparatur sipil negara (ASN), Palang Merah Indonesia (PMI), Pramuka, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Blitar.
Seluruh elemen tersebut bahu membahu menyisihkan sebagian gajinya untuk disumbangkan kepada para pengungsi di Cianjur Jawa Barat. Bantuan uang tunai tersebut kini juga telah dikirimkan ke Cianjur bersamaan dengan 1,5 ton sambel pecel.
“Uang 171 juta rupiah itu bantuan dari sejumlah elemen seperti ASN, Baznas, hingga Pramuka yang ada di Kota Blitar”
Jumlah pengungsi korban gempa di Cianjur Jawa Barat sendiri mencapai 114.683 jiwa. Ratusan ribu pengungsi itu, saat ini masih menempati sejumlah tempat pengungsian yang tersebar di 419 titik.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gempa-cianjur”]
Kebutuhan yang diperlukan para pengungsi saat ini adalah bahan pangan yang tahan lama serta uang tunai. Maka dari itu Pemerintah Kota Blitar mengirimkan bantuan sambel pecel yang merupakan kuliner khas Blitar serta memiliki daya simpan yang cukup lama.
“Keterangan dari Pemerintah Cianjur, kebutuhan dasar yang paling dibutuhkan sekarang adalah makanan dan uang tunai, maka dari itu kami kirimkan sambel pecel dan uang tunai” pungkasnya.
Sambel pecel khas Blitar sendiri memiliki daya simpang cukup lama yakni lebih dari 1 bulan. Selain itu pengolahan sambel pecel Blitar juga sangat mudah. Sambel pecel yang sudah jadi cukup ditambah dengan air panas sebelum dituangkan ke sayuran sebagai lauk makan. (owi/ted)






