Tuban (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Tuban menganggarkan pembelian mobil listrik senilai Rp1,2 miliar sebagai kendaraan dinas Bupati Aditya Halindra Faridzky, dengan alasan efisiensi anggaran dan operasional jangka panjang di Kabupaten Tuban.
Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, menyampaikan bahwa kebijakan pengadaan mobil dinas tersebut telah dijelaskan sebelumnya oleh bupati dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kemarin sudah dijawab sama mas Bupati itu ya,” ujar Joko Sarwono usai kegiatan penyaluran kendaraan truk untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Rabu (25/3/2026).
Bupati Tuban yang akrab disapa Mas Lindra menjelaskan bahwa pengadaan mobil listrik tersebut telah mengacu pada regulasi yang ada, termasuk petunjuk teknis yang telah disediakan pemerintah.
“Insya Allah hal tersebut masih sesuai dengan nomenklatur yang ada, karena juknisnya memang sudah tersedia,” ungkapnya usai pertemuan dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, kepala daerah diberikan opsi dalam penggunaan kendaraan dinas, yakni memilih antara mobil listrik atau kendaraan berbahan bakar minyak. Pemerintah Kabupaten Tuban memilih kendaraan listrik dengan pertimbangan efisiensi.
Menurutnya, penggunaan mobil listrik dinilai lebih hemat dibanding kendaraan konvensional, baik dari sisi konsumsi energi maupun biaya perawatan.
Mas Lindra menyebutkan bahwa kendaraan listrik yang akan digunakan memiliki masa garansi hingga delapan tahun. Selama periode tersebut, biaya perawatan menjadi tanggungan pihak dealer, termasuk komponen utama seperti baterai dan suku cadang lainnya.
“Selama masa garansi, seluruh perawatan masih menjadi tanggungan pihak dealer, mulai dari baterai hingga suku cadang lainnya, serta juga lebih hemat dari sisi konsumsi energi. Dengan pengisian baterai penuh, kendaraan tersebut mampu menempuh jarak hingga sekitar 700 kilometer,” jelasnya.
Dengan spesifikasi tersebut, pemerintah daerah menilai biaya operasional kendaraan dinas dapat ditekan secara signifikan, terutama pada pengeluaran bahan bakar dan perawatan rutin.
“Justru dari sisi efisiensi bahan bakar juga jauh lebih murah karena menggunakan listrik,” pungkasnya. [dya/beq]






