Ponorogo (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo terus mendorong kesadaran masyarakat dalam membayar pajak melalui program inovatif.
Salah satu upaya tersebut adalah menggelar Undian Pajak Extravaganza, yang dilaksanakan di Pringgitan, rumah dinas Bupati Ponorogo, pada Kamis (19/12/2024). Undian sebagai wujud apresiasi bagi wajib pajak (WP) itu, dengan hadiah utama satu unit mobil pick-up.
Acara yang diinisiasi oleh Badan Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Ponorogo itu, dengan roses pengundian secara transparan menggunakan aplikasi khusus. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, memimpin pengundian bersama perwakilan perbankan dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.
Bupati Sugiri Sancoko mengungkapkan bahwa pemberian hadiah ini, bukan sekadar penghargaan, tetapi juga sebagai bentuk motivasi. Pemkab Ponorogo berharap langkah ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak secara tertib dan tepat waktu.
“Reward ini penting agar masyarakat tidak merasa terpaksa membayar pajak. Kami ingin mereka membayar pajak dengan penuh kesadaran, karena pada akhirnya pajak juga akan kembali kepada masyarakat,” kata Bupati Sugiri, Kamis (19/12/2024).
Sementara itu, Kepala BPPKAD Ponorogo, Sumarno, menyampaikan bahwa program undian ini sudah berjalan untuk kedua kalinya. Langkah tersebut bertujuan memberikan apresiasi kepada wajib pajak (WP) yang disiplin, terutama dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebelum jatuh tempo. Menurutnya, mayoritas pembayaran PBB berasal dari masyarakat kelas menengah ke bawah, sehingga apresiasi berupa hadiah yang bersifat produktif menjadi pilihan utama.
Ada ratusan hadiah yang dibagikan kepada para wajib pajak. Mulai dari 40 ekor kambing betina, 20 kompor gas, 2 mesin cuci, 5 kulkas, 5 sepeda MTB, 2 unit sepeda listrik, 24 TV LED, 12 ponsel Android, 5 sepeda motor, hingga hadiah utama berupa 1 mobil pick-up.
“Kami ingin memberikan apresiasi melalui hadiah yang dapat mendukung produktivitas wajib pajak,” kata Sumarno.
Ia ambil contoh hadiah kambing. Sumarno menyebut bahwa kambing merupakan hadiah yang sifatnya produktif. Diharapkan kambing ini, bisa berkembang biak dalam satu tahun ke depan, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan ekonomi atau bahkan membayar pajak.
“Kalau kambing ini berkembang biak, tenty akan mendukung ekonomi warga,” tutup Sumarno. (and/ted)






