Pasuruan (beritajatim.com) – Pasar Baru Pandaan, Kabupaten Pasuruan, masih menyisakan kesedihan usai kebakaran hebat yang melanda puluhan lapak dan kios pada Kamis (28/8/2024) malam. Meski begitu, pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat agar pedagang bisa kembali berjualan.
Langkah pemulihan ekonomi dilakukan dengan menyiapkan area relokasi di dalam pasar. Hal ini menjadi upaya darurat agar aktivitas perdagangan segera normal kembali.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, menyebut relokasi diprioritaskan bagi pedagang yang kehilangan lapak. Menurutnya, pemetaan lokasi sudah dilakukan sejak Jumat pagi bersama dinas terkait.
“Setelah kita tinjau titik kebakaran, ada beberapa area kosong yang bisa dipakai pedagang untuk berjualan. Relokasi ini akan segera dijalankan agar aktivitas pasar tidak terhenti terlalu lama,” ujar Yudha, Jumat (29/8/2024).
Ia menegaskan, relokasi menjadi kebutuhan mendesak karena sebagian besar korban menggantungkan hidup dari berdagang kebutuhan pokok. Pemerintah tidak ingin para pedagang menunggu terlalu lama.
“Agar ekonomi mereka segera pulih, kami percepat proses ini. Tidak boleh ada pedagang yang kehilangan penghasilan dalam waktu lama,” tambahnya.
Sebelumnya, tercatat 35 lapak dan 10 kios terbakar habis dalam insiden tersebut. Selain itu, 36 lapak lain ikut terdampak sehingga tidak bisa digunakan untuk transaksi.
Yudha juga memastikan koordinasi lintas dinas terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan. Baik Dinas Perdagangan maupun Dinas Sosial dilibatkan untuk mendukung langkah relokasi ini. “Kami ingin semua bergerak bersama, karena pemulihan pasar bukan hanya soal bangunan, tapi juga soal keberlangsungan hidup pedagang. Pemerintah akan hadir untuk mereka,” jelasnya.
Dengan adanya relokasi ini, diharapkan roda perekonomian di Pasar Baru Pandaan bisa segera kembali berputar. Para pedagang pun bisa kembali melayani masyarakat tanpa harus menunggu lama. (ada/kun)






