Pamekasan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, meminta masyarakat agar tidak mengonsumsi air bor yang menyembur setinggi sekitar 14 meter di Desa/Kecamatan Kadur, Pamekasan.
Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Pamekasan, Masrukin saat mengunjungi lokasi semburan air bor di desa setempat, Minggu (31/12/2023) lalu. Sekaligus mengecek kondisi sumur bor yang sempat menghebohkan warga setempat.
Dalam kesempatan tersebut pihaknya meninjau lokasi bersama sejumlah pejabat di lingkungan instansi yang dipimpinnya, di antaranya Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD), serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Karena itu, kami meminta masyarakat agar tidak mengonsumsi air ini dulu. Kalau sekedar untuk cuci dan mandi tidak masalah,” kata Pj Bupati Pamekasan, Masrukin.
Bahkan untuk memastikan kondisi sumur bor tersebut, pihaknya juga melihat secara dekat semburan air tersebut. “Kami telah berkoordinasi dengan Dinas ESDM Pemprov Jatim, dan hingga saat ini belum diketahui hasil uji lab,” ungkapnya.
Terlebih sejak fenomena semburan air tersebut muncul, Bidang Geologi dan Air Tanah pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Jatim, juga sudah meninjau secara langsung, sekaligus mengambil sampel air untuk dilakukan uji laboratorium di Surabaya.
“Namun hingga saat ini, belum diketahui hasilnya. Berdasarkan pengamanan sementara di lapangan ketika itu, semburan air dari sumur bor milik warga itu normal dan aman digunakan untuk mandi cuci kakus (MCK),” jelasnya.
Hanya saja, pihaknya tetap meminta masyarakat agar selalu waspada sekalipun kondisi air dapat digunakan untuk mandi dan lainnya. “Terpenting tetap waspada, karena sumber air bor mengandung gas dan cukup banyak, diperkirakan bisa normal hingga sebulan kedepan,” pungkasnya. [pin/kun]






