Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Malang menurunkan 9 atlet paralympic dan 1 ofisial. Mereka akan turun dalam ajang olahraga Pekan Paralympic Provinsi I atau PEPARPROV I tahun 2021 di Kota Surabaya.
Atlet paralympic ini meliputi klasifikasi tuna daksa, tuna grahita, dan tuna rungu wicara. Pemkab Malang mengharap mereka siap bertanding pada empat cabang olahraga, yakni atletik, tenis meja, bulutangkis dan catur.
“Selamat berjuang kepada para atlet paralympic Kabupaten Malang, Saya yakin ini adalah para atlet terhebat yang dimiliki Kabupaten Malang,” ungkap Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, Rabu (19/5/2021).
Menurutnya, ini adalah kesempatan bagi atlet Kabupaten Malang untuk bersinar di ajang olahraga PEPARPROV pertama di Jawa Timur.
“Mudah-mudahan dapat cepat beradaptasi dengan atmosfer kompetisi di level provinsi ini,” tegas Didik.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kabupaten-malang”]
Didik berharap, ajang ini juga dapat menjadi batu loncatan bagi para atlet paralympic Kabupaten Malang untuk berkiprah di level yang lebih tinggi.
“Harapan kami, ini menjadi pemanasan menuju Pekan Paralympic Nasional atau PEPARNAS tahun 2021,” tegasnya.
Pemkab Malang memberikan sejumlah fasilitas untuk para atlet. Misalnya, test pcr dan rapid test kepada para atlet sebelum dan sesudah mengikuti PERPAPROV.
“Tidak lupa pemerintah Kabupaten Malang akan memberikan reward. Akan mendapat peluang sebagai tenaga kontrak melalui PTT. Tentunya dengan segala kemampuannya dan kami utamakan yang memahami teknologi informasi,” Didik mengakhiri. [yog/but]







