Magetan (beritajatim.com) – Progres untuk rencana pembangunan Jembatan Bogem, Desa Bogem, Kecamatan Sukomoro, Magetan, Jawa Timur, masih berlanjut. Detail engineering design sudah selesai, dan penyusunan harga perkiraan sendiri (HPS) untuk paket pekerjaan juga sudah selesai.
“Masih dalam tahapan, ini sudah masuk lelang LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik),” ungkap Didiek Boediman, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan, Minggu (25/7/2021).
Total nilai HPS untuk paket pembangunan Rp 1,18 miliar, dengan HPS sebanyak Rp 1,2 miliar. Dia mengungkapkan kalau skemanya adalah pemeliharaan atau rehabilitasi jembatan yang digunakan sejak zaman Belanda itu.
“Dokumen lelang dan penawaran baru diupload pada 13 Juli lalu, ini agak mundur dari perkiraan kami Juni masuk lelang,” katanya.
Dia mengungkapkan untuk menuju proses pengadaan memabutuhkan waktu. Pun, jembatan yang rencananya bakal dilebarkan sekaligsu mendapatkan pondasi berupa tiang pancang itu bernilai cukup besar. Karena sifatnya membangun jembatan baru.
“Bukan cuma melakukan rehab di beberapa bagiuan ataupun penguatan pondasi saja. Kalau untuk penguatan biasanya tidak sampai Rp 1 miliar,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”jembatan-rusak”]
Secara konstruksi, sudah tak kuat apabila jembatan sebagai tempat lalu lalang kendaraan tambang itu hanya dibangun melengkung. Sehingga, perlu pilar pancang untuk membangun kembali jembatan itu. Sekaligus melebarkan agar luas penampangnya lebih lebar.
Tekanan yang diberikan ke pondasi pun bisa dikurangi. “Kami menargetkan tahun ini pembangunan bisa selesai. Lelang akan dijadwalkan sampi ke panandatanganan kontrak pada 25 Agustus 2021 mendatang,” ungkapnya. [fiq/suf]






