Magetan (beritajatim.com) – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Magetan, Winarto, angkat bicara terkait belum cairnya tabungan milik anggota Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) MSI Magetan. Dia menyatakan keprihatinannya terhadap nasib para anggota yang belum mendapatkan kejelasan atas dana mereka.
“Saya kasihan juga, konsumennya akhirnya seperti itu. Semoga saja yang bertanggung jawab segera menyelesaikan. Karena siapa lagi yang bisa menyelesaikan kalau bukan direkturnya atau pengurusnya,” ujar Winarto.
Lebih lanjut, ia mengimbau agar masyarakat tidak bertindak anarkis, khususnya terhadap pegawai koperasi. Ia menegaskan bahwa pegawai hanya menjalankan perintah atasan dan tidak memiliki kewenangan untuk menyelesaikan persoalan secara langsung.
“Tolong jangan bertindak anarkis, apalagi ke pegawainya. Pegawai itu hanya menjalankan tugas, mereka pun tidak bisa berbuat apa-apa jika tidak menerima perintah dari atasannya. Kadang masyarakat melampiaskan ke pegawai, padahal mereka tidak punya kewenangan,” jelasnya.
Winarto juga meminta agar masyarakat tetap menjaga suasana tetap kondusif dan menyikapi persoalan ini dengan kepala dingin. Menurutnya, kehati-hatian sangat penting dalam menghadapi situasi seperti ini.
“Ini harus dipahami semua. Biar situasi tetap adem ayem dan berjalan baik. Sekali lagi, hati-hati. Dunia sekarang memang butuh kehati-hatian,” tutupnya.
Pemerintah Kabupaten Magetan berharap agar pihak pengelola KSPPS MSI segera memberikan penjelasan dan solusi konkret demi mengembalikan kepercayaan masyarakat serta menghindari potensi gejolak sosial yang lebih besar. [fiq/but]






