Jombang (beritajatim.com) – Jombang kehilangan salah satu putra terbaiknya. Mantan Bupati Jombang dua periode, Suyanto, mengembuskan napas terakhir pada Jumat (21/3/2025) pukul 14.34 WIB di Rumah Sakit Haji Sukolilo Surabaya.
Kepergiannya membawa duka mendalam bagi masyarakat Jombang, yang mengenangnya sebagai pemimpin visioner yang telah berkontribusi besar bagi kemajuan daerah.
Bupati Jombang, Warsubi, melalui Wakil Bupati Salmanuddin Yazid, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Suyanto. Pasalnya, saat ini Bupati Warsubi sedang ada agenda di Jakarta bertemu dengan Mensos Saifullah Yusuf dalam rangka membahas pendirian sekolah rakyat.
“Kami sangat kehilangan atas berpulangnya Bapak Suyanto. Beliau telah memberikan banyak kontribusi bagi kemajuan Kabupaten Jombang. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Gus Salman di sela acara santunan anak yatim di Afco Group, Jumat (21/3/2025).
Suyanto menjabat sebagai Bupati Jombang selama dua periode, dari 2003 hingga 2013. Pada periode pertama, ia berpasangan dengan Ali Fikri, tokoh PAN (Partai Amanat Nasional). Sedangkan pada periode kedua didampingi oleh Widjono Soeparno, seorang birokrat yang juga adik kandung dari mantan Gubernur Jatim Imam Utomo.
Di bawah kepemimpinannya, Jombang mengalami berbagai perubahan signifikan, terutama dalam sektor infrastruktur, pendidikan, dan ekonomi. Maka tidak heran pada 2008, pria yang akrab disapa Mas Yanto ini menjadi salah satu dari 10 bupati/wali kota terbaik di Indonesia pilihan Majalah Tempo. Kepala daerah lain yang berasal dari PDIP lainnya adalah Djarot Saiful Hidayat (Wali Kota Blitar) dan Joko Widodo (Wali Kota Solo).
Tak hanya dikenal sebagai pemimpin yang tegas, Suyanto juga merupakan tokoh politik senior dari PDIP. Jejak pengaruhnya di dunia politik terus berlanjut melalui sang adik, Sumrambah, yang menjabat sebagai Wakil Bupati Jombang periode 2018-2024.
Masyarakat Jombang mengenang Suyanto sebagai sosok pemimpin yang berdedikasi tinggi dalam melayani rakyatnya. “Beliau adalah sosok pemimpin penuh dedikasi, dan kita semua tentu akan merindukan kehadirannya. Kami sangat kehilangan,” tambah Gus Salman.
Kini, doa dan kenangan mengiringi kepergian Suyanto. Jejak kepemimpinannya akan selalu terpatri dalam ingatan masyarakat Jombang. Selamat jalan, Mas Yanto. Dedikasi dan baktimu akan selalu menjadi bagian dari sejarah Jombang. [suf]






