Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember siap memulihkan hak pengelolaan lahan (HPL) Gunung Sadeng untuk sepuluh perusahaan yang sempat dicabut karena melanggar ketentuan. Namun pemkab menetapkan persyaratan.
“Ada HPL 10 perusahaan yang kami cabut. Kalau mau daftar lagi silakan. Siapapun boleh. Kalau mau dihidupkan lagi, saya hidupkan lagi,” kata Bupati Hendy Siswanto.
Pencabutan ini didasarkan pada temuan bahwa lahan dibiarkan terlantar tidak dikelola dan menjadi lahan tidur sejak HPL diterima pada 2015. Ternyata ada sejumlah perusahaan yang tidak memiliki kemampuan untuk mengelola, sehingga lahan justru dikuasakelolakan ke pihak lain. Pemegang HPL mendapatkan bagi hasil dan titipan kewajiban pendapatan asli daerah, tapi hanya dibayarkan sebagian kecil kepada Pemkab Jember.
Pemkab Jember juga mnenemukan adanya perusahaan tambang yang sudah tak beroperasi sejak 2019. Bahkan HPL milik perusahaan itu diduga diperjualbelikan ke pihak lain, karena pemegangnya tidak mampu mengelola lahan tambang kapur.
Hendy menginginkan 10 perusahaan yang memperoleh kembali HPL agar bekerjasama secara benar dengan Pemkab Jember. “Saya akan support teman-teman semua yang mau bekerja, siapapun. Kami terbuka. Yang wajar-wajar saja. Semen itu 80 persen bahan bakunya dari kapur. Tidak bisa diganti gethuk. Mau pakai apa? Pakai pasir? Kapur itu ada di Gunung Sadeng dan itu terbaik di Indonesia,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-jember”]
Hendy menginginkan pemkab memperoleh bagi hasil (sharing) dari perusahaan-perusahaan yang menambang Gunung Sadeng dan bukannya sewa lahan. “Tolong bekerjasama dengan kami, Pemkab Jember. Bentuknya bukan sewa tapi pemanfaatan lahan. Saya tidak akan sewakan lahan, tapi sharing. Saya punya gunung dengan segala macam deposit. Ya sharing, berapa persen kami dikasih,” katanya.
“Kami sampaikan: ayo dihitung yang enak. Saya tidak mau sharing yang diperoleh pemkab berasal dari profit atau keuntungan perusahaan. Saya maunya sharing dari hasil produksi. Misalkan semen ini berapa harganya per kilogram, saya dapat berapa persennya? Tidak usah repot-repot, gampang menghitungnya,” kata Hendy. [wir/but]






