Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, di bawah kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman memanen 179 penghargaan pada rentang 2021 – 2023.
Sebanyak enam penghargaan di antaranya diserahkan pada Desember 2023. Enam penghargaan itu antara lain Juara Keterbukaan Informasi Publik Terbaik Kelima dari Komisi Informasi Provinsi Jatim pada 4 Desember 2023; Anugerah Meritokrasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara pada 7 Desember 2023; Empat Besar Nasional Kategori Kabupaten dari Ombudsman RI, pada 14 Desember 2023.
Ada pula peringkat ketiga dalam ASN Achievement Award kategori Kelembagaan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dari Pemprov Jatim pada 15 Desember 2023; penghargaan Kepala Daerah Inovator Peningkatan Ketersediaan Pangan di Jatim dari Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, 15 Desember 2023; dan pemenang nasional kategori Pemerintah Kabupaten di Bidang Bina Marga dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 20 Desember 2023.
Hendy mengatakan, seluruh penghargaan tersebut bukan untuk sekadar dipamerkan. “Saya adalah pelayan masyarakat Jember. Kami wajib mengumumkan apa yang dihasilkan dan didapatkan, maupun kekurangannya saat ini,” katanya.
Sebelumnya, dalam sebuah kesempatan, Hendy mengatakan, penghargaan yang diterima Pemkab Jember berkat hasil kerja keras seluruh ASN. “Saya melihat Jember itu luar biasa. Tidak main-main. Sampai hari ini kita dapat banyak penghargaan, terus terang saja, ini pekerjaan teman-teman semua. Saya cuma merangkai,” katanya.
Hendy juga menyiapkan diri untuk dikritik keras oleh siapapun. “Ngomong tentang ekonomi UMKM, misalnya, meski ada plus minus, saya menyiapkan diri saja dihujat. Dihujat, difitnah, dan dimarahi membuat saya tidak perlu membayar konsultan untuk mengontrol saya. Itu bagian mengontrol saya,” katanya.
Hendy juga berterima kasih kepada para jurnalis. “Dikontrol silakan saja. Tidak apa-apa,” katanya.
Hendy menyebut, perubahan positif di Jember tak lepas dari upaya bersama warga dan birokrasi. “Saya yakin pada kawan-kawan organisasi perangkat daerah ada perubahan konkret,” katanya.
Saat dilantik menjadi bupati bersama Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, Hendy dihadapkan pada semrawutnya tata kelola dan penataan birokrasi. Setelah ditata, kinerja birokrasi Pemkab Jember semakin membaik. “Begitu recovery, disentuh sedikit saja sudah nampak bagus. Padahal terus terang saja, saya belum bekerja menurut style saya,” katanya.
Hendy menjelaskan, cara merangkai kekuatan birokrasi. “Kuncinya satu: open mind. Saya terbuka dengan teman-teman. Kalau saya butuh bantuan, saya akan ngomong. Tidak ada kebijakan apapun yang tak berisiko. Tapi dengan open mind, lebih banyak positifnya. Saya tahu kondisi kemampuan saya dan kelemahannya di mana. Saya yakin semua orang punya hati nurani. Saat ada yang punya niat tidak bagus, ketika saya tulus menyampaikan, maka dia berubah,” katanya. [wir]






