Gresik (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Gresik memastikan tidak ada pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2026. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Bupati Fandi Akhmad Yani untuk mengakhiri spekulasi sekaligus mencegah maraknya penipuan berkedok rekrutmen ASN.
Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu menegaskan, informasi resmi terkait rekrutmen aparatur sipil negara hanya akan diumumkan melalui kanal resmi pemerintah.
“Kami tegaskan, tahun 2026 tidak ada rekrutmen CPNS di lingkungan Pemkab Gresik,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Sementara itu, Kepala BKPSDM Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo, menyebut pihaknya akan segera menerbitkan surat edaran resmi sebagai penguat informasi tersebut.
Ia menegaskan bahwa segala bentuk tawaran masuk CPNS, apalagi yang disertai permintaan uang, merupakan tindakan penipuan.
“Jika ada yang menjanjikan kelulusan CPNS dengan imbalan tertentu, itu dipastikan tidak benar. Kami minta masyarakat tidak mudah percaya,” tegasnya.
Selain itu, BKPSDM Gresik juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang menemukan indikasi penipuan atau bahkan telah menjadi korban. Warga diimbau aktif melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi pemerintah.
Pemerintah daerah turut mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan janji instan menjadi ASN. Kesadaran kolektif dinilai penting untuk memutus rantai penipuan yang kerap memanfaatkan harapan masyarakat.
Dengan adanya kepastian ini, Pemkab Gresik berharap masyarakat semakin waspada dan saling mengingatkan agar tidak ada lagi korban dari modus rekrutmen CPNS palsu. [dny/but]






