Bondowoso (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso memberi sinyal mutasi susulan usai pelantikan 6 Kepala OPD di pendopo RBA Ki Ronggo, Rabu (1/10/2025).
Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi saat diwawancarai media pasca acara mensiratkan sinyal tersebut.
Diketahui, Pemkab Bondowoso telah menggelar uji kompetensi pada 28 Agustus 2025 lalu. Sekitar 20 pejabat eselon II menjadi pesertanya.
Namun pada Rabu (1/10/2025), masih 6 dari 20 pejabat tinggi pratama yang dilantik untuk menjabat di posisi baru.
“Masih akan ada (mutasi eselon II) lagi. Karena ada aturan yang mengharuskan begitu (mutasi bertahap),” kata Fathur Rozi kepada Beritajatim.com.
Ia kemudian menyebut beberapa jabatan kepala OPD yang masih menunggu syarat khusus, sehingga tidak bisa diikutkan dalam pelantikan hari ini.
“Contoh misalnya kalau kita bicara kependudukan kan harus ada izin dari kementerian dalam negeri. Kemudian inspektorat juga harus ada sertifikasi pengawasan dan rekomendasi dari gubernur. Jadi hal itu (syarat khusus) belum kita dapatkan. Yang Satpol-PP juga,” urainya.
Sedari awal, Bupati berkomitmen menata ASN dengan pergeseran lebih dulu, baru kemudian dilanjutkan dengan seleksi terbuka (open bidding).
Artinya seleksi terbuka berada di tahap selanjutnya usai pergeseran. Apabila syarat khusus di 3 OPD itu ditunggu belakangan ini, ada potensi besar 3 jabatan Kepala OPD tersebut akan diisi hasil dari pergeseran, bukan open bidding.
Namun, Sekda enggan menjawab dengan lugas. Kendati sinyal itu sudah dijabarkan di awal. “Saya tidak kemudian bilang digeser,” kilahnya.
Fathur Rozi menjawabnya dengan bahasa lebih halus. “Tapi dalam konteks 3 itu (Kadispendukcapil, Inspektur dan Kasatpol PP), kalau seandainya kita bicara tentang penyegaran, maka kemudian harus menunggu regulasi,” terangnya.
Ia mencontohkan dengan pelantikan enam kepala OPD yang menurutnya sudah the right man on the right place.
“Itu hasil uji kompetensi, pengamatan latar belakang pendidikan, pengalaman pekerjaan dan kinerja. “Hasil evaluasinya on the track disitu,” tegasnya.
Pelantikan pada Rabu (1/10/2025) pagi sebelumnya tidak masuk dalam rundown kegiatan Bupati.
Dari rundown acara kegiatan yang diterima Beritajatim.com Selasa (30/9/2025) pukul 22.24 WIB, Bupati seharian hanya memiliki dua agenda seremonial.
Yakni upacara Hari Kesaktian Pancasila pukul 07.30 di halaman kantor Bupati dan Koordinasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) pukul 10.00 di pendopo. Namun pada pagi harinya muncul informasi pelantikan yang digelar pukul 09.00.
Sekda menampik jika pelantikan hari ini digelar dadakan. “Tidak ada yang mendadak. Kalau sudah keluar (izin) itu, kita langsung eksekusi,” dalihnya.
Informasi terhimpun, sebenarnya pelantikan pagi tadi melibatkan 7 kepala OPD. Namun karena “mendadak”, satu orang tersebut tidak hadir. Kabarnya karena sedang dinas luar di Surabaya.
“Iya betul. Satu masih ada di luar kota. Tapi pada prinsipnya SK bupati sudah selesai. Definitif. Saya tidak menyampaikan dimana (jabatan barunya). Besok lah,” seloroh Sekda. (awi/ted)






