Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Rencana Bisnis Sektor Riil bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) pada 23–24 September 2025. Pelatihan intensif selama dua hari ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengurus koperasi agar lebih profesional dalam mengelola usaha.
Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Angling Dharma ini dibuka langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono. Menurut Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Dindagkop UM) Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari, bimtek diikuti penuh oleh Ketua KDMP dari 28 kecamatan.
“Para peserta mendapatkan pembekalan langsung dari narasumber kunci, mulai dari Bupati, Kejaksaan Negeri, DPRD, hingga perwakilan BUMN seperti Pertamina, Pupuk Indonesia, dan Bulog,” ujar Retno, Selasa (23/9/2025).
Ia menegaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat kelembagaan KDMP sehingga dapat menjalankan bisnis secara profesional. Outcome yang diharapkan adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan melalui penguatan ekonomi berbasis koperasi.
Dalam arahannya, Bupati Setyo Wahono menekankan bahwa KDMP merupakan inisiatif Pemerintah Pusat untuk mendorong kesejahteraan masyarakat desa dengan mengoptimalkan potensi lokal. “Prinsipnya, KDMP harus mampu menjaga stok kebutuhan pokok di desa dan menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang mandiri,” tegasnya.
Bupati juga meminta pengurus KDMP untuk serius memetakan kebutuhan pokok warga serta mengidentifikasi potensi lokal yang bisa dikembangkan. “Saya minta perhatikan betul konsep bisnis, permodalan, dan payung hukumnya. Peluang dan potensi di masing-masing desa harus bisa dimanfaatkan secara maksimal agar KDMP benar-benar berjalan dan berdampak,” pesan Setyo Wahono.
Pelaksanaan bimtek dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama pada Selasa (23/9/2025) diikuti perwakilan dari 218 desa/kelurahan di 12 kecamatan, termasuk Balen, Baureno, Bojonegoro, dan Kalitidu. Gelombang kedua pada Rabu (24/9/2025) melibatkan 212 desa di 16 kecamatan, seperti Malo, Ngraho, Purwosari, dan Temayang.
Sebagai bentuk dukungan nyata, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis Akta Pendirian kepada perwakilan pengurus KDMP. [lus/beq]






