Jakarta (beritajatim.com)– Satuan tugas (Satgas) Pangan Polri terus melakukan pengawasan dan monitoring terkait ketersediaan dan distribusi beras di seluruh Indonesia tak terkecuali di Jawa Timur (Jatim).
Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan beras masyarakat terpenuhi.
Berdasarkan hasil monitoring Satgas Pangan di seluruh Indonesia, kenaikan harga beras di sejumlah daerah disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya cuaca, kenaikan biaya produksi, keterbatasan lahan dan air, sehingga mengakibatkan penurunan hasil produksi.
Adapun pemerintah telah melakukan langkah-langkah antisipasi untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan beras di pasaran dari Sabang hingga Merauke.
Pemerintah telah juga melakukan upaya-upaya menstabilkan harga serta ketersediaan beras di pasaran, dan memastikan pasokan mencukupi sampai saat ini termasuk dalam suasana Pemilu 2024.
Kepala Satgas Pangan Polri, Brigjen Pol Whisnu Hermawan mengatakan monitoring dilakukan mulai tingkat hulu dan hilir. Di tingkat hulu, Satgas Pangan memastikan tidak ada kendala bagi petani dalam memproduksi beras.
Sementara di tingkat hilir, lanjut Whisnu, Satgas Pangan Polri memantau kelancaran jalur distribusi beras hingga ke konsumen. Sehingga tidak ada penimbunan.
“Satgas Pangan juga melakukan pengecekan rutin terhadap tempat penyimpanan atau gudang beras untuk memastikan tidak ada penimbunan,” ungkap Whisnu Hermawan Senin sore (12/2/2024). [aje]






