Surabaya (beritajatim.com) – Berbeda dengan penjualan Lebaran Idul Fitri, Diah Cookies mengalami penurunan omzet yang cukup besar di penjualan hampers Hari Natal. Ditemui di toko kue Diah Cookis di kawasan Surabaya Selatan, sang pemilik menceritakan bahwa tahun lalu dan tahun ini terhitung di bulan November permintaan pesanan kue kering untuk hampers Hari Raya Natal menurun menjadi 20 persen.
Bahkan yang menarik jika biasanya pemesanan kue kering untuk hampers ini didominasi oleh perusahaan besar kini Diah Cookis rela jemput bola melayani customer rumahan. Diah Arfianti, pemilik usaha kue kering asal Ketandan, Surabaya membenarkan bahwa penurunan pemesanan terjadi ketika perayaan Natal di bulan November ini.
Menurutnya banyaknya pengurangan anggaran dalam perusahaan membuat pemesanan menurun. Jika biasanya di akhir tahun, Natal dan Tahun Baru, pemesanan dari perusahaan bisa ratusan hampers. Kini hanya tinggal puluhan saja dalam satu pemesanan perusahaan.
Beruntung ia dan tim melakukan perubahan penjualan, bukan hanya mengubah kemasan lebih cantik dan menarik, ia rela menjual kue keringnya kepada konsumen rumahan meskipun ia tahu dalam satu pemesanan mayoritas memesan tidak lebih dari 10 hampers. Namun hal ini yang membuat pesanan kue kering jenis castengel, putri salju, nastar hingga Red velvet tetap diproduksi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”natal”]
“Jadi di akhir tahun ini, tepatnya bulan November tahun lalu dan sekarang ini, memang sedang ada penurunan pemesanan bukan tidak ada yang pesan tapi pemesanan menurun jadi kami masih tetap ada produksi meskipun ada penurunan pemesanan 20 persen. Jika ditanya apa alasan penurunan pemesanan? Beberapa perusahaan besar sudah tak lagi bisa memesan lebih dari seratus hampers karena efisiensi budget yang tidak sesuai dengan harga hampers yang dijual oleh Diah Cookies. Akhirnya kita memilih jemput bola menjual pemesan rumahan meski pemesanan tak sebesar perusahaan,” ungkap Diah, Sabtu (10/12/2022).
Bukan hanya jemput bola dalam penjualan, kemasan hampers di perayaan Natal pun dibenahi. Ia mengemas dalam bentuk tas anyaman yang dihias dengan pita merah dan tulisan chrismast yang berisikan empat kue kering sesuai budget yang dimiliki pembeli. Bukan hanya itu ada kemasan box berwarna merah lengkap dengan empat kue kering dan tulisan pesan yang bisa di tulis sesuai keinginan pemesan.

Soal harga memang mengalami kenaikan sebesar sepuluh ribu hingga lim abelas ribu rupiah tergantung jenis kue kering. Kenaikan jelas beralasan di tengah naiknya harga bahan. Sehingga Diah Arfianti harus menaikkan harga tanpa harus mengurangi kualitas rasa dari Diah Cookies. Satu hampers natal dibandrol mulai dari Rp 160 ribu hingga Rp 500 ribu sesuai dengan pilihan jenis kue kering yang akan dikombinasi.
“Jadi kalau kenaikan harga kita ada, karena menyesuaikan bahan yang harganya juga naik kisaran Rp 10 hingga 15 ribu. Jadi ya kita naikkan juga harga hampersnya, tapi tidak mengurangi kualiatas bentuk dan rasa. Dengan berbagai kemasan hampers kita bandrol mulai dari Rp 160 ribu itu yang isi 2 kue kering dengan tas anyaman kecil dan ada juga dengan tas anyaman atau kanvas hingga box kisaran Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu,” ungkapnya. [way/suf]






