Jakarta (beritajatim.com) – Laporan dari Food and Agriculture Organization (FAO) atau Organisasi Pangan dan Pertanian menyebut harga pangan global yang mengalami kenaikan pada bulan April untuk pertama kalinya dalam setahun. Untuk itu, Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi kenaikan harga pangan di dalam negeri.
“Saya mendorong Pemerintah melakukan antisipasi kenaikan harga pangan di dalam negeri. Ini perlu dilakukan agar jangan sampai timbul keresahan di masyarakat apabila terjadi kenaikan harga namun tidak disiapkan langkah-langkah strategis,” kata Puan, Jumat (12/5/2023).
Dia berharap, langkah-langkah strategis yang disiapkan dapat meminimalisir dampak kenaikan harga pangan. Kebijakan yang tepat juga diharapkan dapat membuat harga pangan di dalam negeri tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat, meskipun terjadi kenaikan harga pangan global. Menurutnya, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional harus memperkuat cadangan pangan dengan menggunakan strategi tepat waktu dan tepat jumlah. Puan juga mengingatkan Pemerintah agar tetap mengutamakan produksi dalam negeri.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/kubu-ganjar-pranowo-dan-puan-maharani-solid-di-pemilu-2024/
Dia pun mengingatkan, pemerintah mendahuluka produksi dalam negeri. Jangan sampai kejadian impor bahan pangan yang berlebihan dan menyebabkan petani-petani dalam negeri kesulitan dalam menjual hasil pertanian mereka. “Pengendalian harga pangan yang efektif juga akan membuat petani merasa lebih terjamin dan termotivasi untuk meningkatkan produksi mereka,” kata Puan.
Dia juga meminta Kementerian Pertanian juga harus memberi perhatian khusus bagi petani-petani untuk meningkatkan produksi pangan dalam negeri. Puan mendorong Pemerintah untuk memperbanyak bantuan stimulasi bagi para petani. “Penguatan produksi pangan dalam negeri dengan cara memberikan bantuan kepada petani dalam bentuk bibit unggul, pupuk, dan alat pertanian,” ujarnya.
Sebelumnya, FAO melacak perubahan harga internasional komoditas pangan naik 0,6% menjadi rata-rata 127,2 poin pada April 2023. Pada level tersebut, indeks berada 19,7% di bawah level pada April 2022, namun masih lebih tinggi 5,2% dibandingkan pada April 2021. [kun]






