Gresik (beritajatim.com)- Pekerja proyek mulai mengerjakan pembangunan reservoir di kawasan Terminal Bunder, Gresik. Di lapangan, para pekerja sedang mengerjakan pondasi untuk bangunan reservoir meski progresnya baru 2,6 persen.
Sesuai site plannya, pekerjaan konstruksi reservoir itu direncanakan dimulai bulan Juli 2022 lalu. Namun, ternyata baru akhir-akhir ini mulai dikerjakan. Mereka sedang membuat pondasi dengan lebar sekitar satu meter.
“Batu-batu sedang dikerjakan untuk pondasi bawah. Progresnya sekarang baru 2,6 persen,” ujar Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman Gresik, Ida Lailatus Sa’diyah, Minggu (2/10/2022).
Nantinya reservoir itu, dibangun dengan tempat penampungan air dan satu gedung control. Meski kontrak pekerjaan tinggal tiga bulan lagi, pihaknya optimis proyek tersebut bisa selesai tepat waktu. “Kontraknya sejak 29 Agutus lalu, namun sekarang baru dimulai pekerjaannya,” imbuh Ida.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-gresik”]
Ia menambahkan, untuk pekerjaan konstruksi reservoir Bunder ini ditargetkan selesai sebelum 15 Desember 2022. Meski batas kontrak baru berakhir pada 26 Desember 2022. “Sebelum 15 Desember 2022 kami usahakan selesai. Apalagi saat ini pipanisasi yang jalur Kedanyang sudah selesai, tinggal yang jalur Masjid Agung Gresik,” imbuhnya.
Pembangunan reservoir di Desa Dahanrejo, Kebomas milik Perumda Giri Tirta ini senilai Rp 6 miliar. Proyek ini digadang-gadang bisa mengatasi masalah air di wilayah Duduksampean hingga Manyar.
Proyek reservoir itu bertujuan mengatasi permasalahan air di wilayah Kecamatan Manyar. Ini karena para pelanggan sering mengeluhkan mampetnya air hingga berhari-hari. Ketika ada reservoir yang berlokasi di kewasan Terminal Bunder ini diharapkan bisa mengatasi persoalan tersebut. “Memang reservoir ini akan menampung air dari dua sumber. Jika ada kendala pipa bocor, distribusi tidak mengalami kendala,” pungkas Ida. [dny/kun]






