Surabaya (beritajatim.com) – Vaksinasi kedua menjadi salah satu syarat utama para pemain bisa turun bermain di BRI Liga 1, namun bagaimana untuk para pemain yang belum menyelesaikan vaksin tahap kedua.
Pasalnya bukan hanya para pemain lokal yang masih belum menyelesaikan vaksin kedua, para pemain asing dari beberapa klub pun belum menyelesaikan vaksinasi tahap kedua. Seperti salah satunya pemain asing yang dimiliki Persebaya Surabaya dan Arema FC yang baru saja menyelesaikan vaksinasi tahap pertama dua minggu yang lalu.
Ahmad Hadian Lukita, Direktur Utama PT LIB mengatakan vaksinasi tahap kedua adalah salah satu syarat yang tidak dapat ditawar dan negosiasi.
“Untuk vaksin kita harus 2 kali tidak dapat ditawar dan negoisasi ,”ungkap Hadian, Selasa (31/8/2021) usai zoom meeting.
Namun pihak LIB sudah melakukan komunikasi dengan pihak Kementrian Kesehatan bekerjasama dengan dinas terkait untuk melakukan program percepatan pemberian vaksin. Dan itu kembali lagi aturannya seperti apa jika menggunakan vaksin A dan B karena mereka yang berhak memberikan keputusan.
“Kalau masih vaksin sekali ya tidak bisa ditawar baik itu pemain asing atau lokal karena apa data mereka harus masuk aplikasi peduli lindungi,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”vaksinasi-covid-19″]
Lebih lanjut dikatakan Hadian, namun berbeda kasus jika para pemain asing telah melakukan dua kali vaksin namun datanya tidak masuk dalam aplikasi peduli lindungi karena mereka tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk.
Maka pihak PT LIB akan melakukan pendataan secara manual mengenai kelengkapan dokumen Kitas, paspor dan bukti vaksinasi.
“Beda kasus untuk pemain asing yang sudah 2x vaksin namun data mereka belum masuk maka kita akan bantu pendataan secara manual karena memang mereka tidak memiliki NIK. Kita bisa minta dokumen lengkap, paspor dan bukti vaksin kedua baru kita bisa putuskan mereka bisa bermain,” imbuhnya.
Sementara itu ditanya mengenai prosentasi pemain yang belum melakukan vaksinasi dikatakan oleh pihak LIB hanya satu hingga dua persen saja dengan beberapa permasalahan salah satu kondisi pemain yang tidak diperbolehkan vaksin oleh dokter.
“Jadi hanya satu atau dua persen saja yang belum selebihnya sudah. Beberapa hal mereka tidak bisa vaksin dan itu mereka bawa surat pernyataan dokter yang berisikan alasan mengapa tidak boleh, ada juga yang belum menyelesaikan dosis pertama dan juga vaksin jenis tertentu yang hanya dilakukan satu kali vaksin,” tutupnya.
Adapun diantara para pemain liga 1 yang belum menyelesaikan vaksin keduanya yakni Taise Marukawa dan Alie Sasay, Bruno Moreira dan Jose Wilkson, sedangkan dari Arema FC Sergio Silva. [way/ted]






