Surabaya (beritajatim.com) – Siklus haid atau menstruasi memang tidak bisa lepas dari perempuan. Di masa suburnya, secara berkala perempuan mengalami siklus ini. Ada yang berlangsung beberapa hari ada yang sampai belasan hari.
Dan biasanya, siklus ini akan mengalami perubahan setelah seorang perempuan melahirkan. Lebih-lebih jika mereka mengkonsumsi obat KB. Di Indonesia, kita sering mendengar istilah ini dengan kata-kata “datang bulan”, “sedang ada tamu”, “halangan” dan “bendera Jepang”.
Tentu saja, istilah ini digunakan supaya lebih sopan dalam menyebut perempuan yang sedang menstruasi. Faktanya tidak hanya di Indonesia, negara-negara lain memiliki istilah spesifik dalam penyebutan menstruasi. Contohnya di Inggris,mereka menggunakan kata-kata “shark week”, “on the rag”, dan “bloody mary”, ketika sedang menstruasi.
Bahkan melalui suatu penelitian mengenai kesehatan seksual dan reproduksi perempuan, kata haid memang dianggap tabu digunakan pada banyak negara. Maka dari itu, mereka memberikan istilah-istilah khusus supaya lebih sopan diucapkan..
Penelitian dengan 90.000 orang dari 190 negara menemukan jika perempuan menggunakan 5.000 istilah berbeda dalam penyebutan haid untuk menghindari pembicaraan dengan teman atau saudara laki-laki.
Tidak sedikit dari mereka yang memilih bolos sekolah atau kerja karena menghindari gejala datang bulan. Alasan ini dilakukan karena karena takut seseorang mengetahui mereka sedang haid yang sering terjadi di Australia, Brasil dan Chile.Sama halnya dengan Singapura, Indonesia dan Italia yang memilih tetap berada di rumah karena tidak mau orang mengetahui mereka sedang mengalami datang bulan..
Salah satu negara di Rusia, 75 persen wanita menyampaikan tidak mendapatkan keterangan cukup tentang menstruasi saat remaja. Sama halnya dengan di Ukraina sehingga ada sekitar 60 persen dan di India sekitar 40 persen.
Tapi dari hasil penelitian, perempuan Puerto Rico mengatakan jika mereka paling nyaman berbicara menstruasi dengan teman kerja atau teman sekelas laki-laki. Lain halnya dengan perempuan Arab Saudi yang tertutup mengenai menstruasi, sama seperti perempuan Jepang. Di Jepang hanya 13 persen perempuan yang bebas berbicara tentang haid.
Sebenarnya hal ini bisa dikatakan wajar dan setiap perempuan bisa merasa nyaman berbicara mengenai kesehatan seksual, reproduksi dan hak mereka. Haid bukan sesuatu yang memalukan ini hanya proses biologis perempuan. [prd/tur]






