Gresik (beritajatim.com) – Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) calon jamaah haji, atau CJH asal Kabupaten Gresik masih rendah. Berdasarkan catatan Kantor Kemenag Gresik baru ada 534 jamaah yang sudah melunasi hingga 12 Februari 2024.
Masih rendahnya pelunasan itu akibat terkendala istithaah. Pasalnya, salah satu syarat jamaah bisa melunasi Bipih harus sudah dinyatakan istithaah. Dimana, jamaah menjalani pemeriksaan kesehatan dulu. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian muncul status kesehatannya.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mencatat sebanyak 1.787 Calon Jamaah Haji (CJH) diperiksa. Hasilnya 1.641 jamaah dinyatakan istithaah, dan istithaah dengan pendampingan.
“Dari jumlah itu, ada 146 CJH belum muncul istithaahnnya,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes dr Puspitasari Whardani, Kamis (25/01/2024).
Ia menjelaskan jamaah yang belum dinyatakan istithaah tersebut nantinya akan dilakukan evaluasi pengobatan. Ke depan, mereka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan agar bisa dinyatakan istithaah. “Nantinya ada pemeriksaan lanjutan lagi,” paparnya.
Sementara itu, Kasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah Kemenag Gresik, Lulus menuturkan, masih minimnya CJH yang melunasi Bipih itu lantaran ada persyaratan harus istithaah. Namun, setelah status istithaah sudah keluar diperkirakan pelunasan Bipih bisa naik.
“Ini antri karena awal-awal kemarin belum muncul istithaah. Pelunasan tahap pertama sampai 12 Februari 2024,” tuturnya.
Sesuai Kepres nomor 6 tahun 2024, besaran Bipih yakni Rp 60.526.334. Pelunasan Bipih tahap 2 baru akan dilaksanakan ketika pengisian kuota haji tahap pertama tidak terpenuhi. Tahap 2 akan dibuka mulai 5 Maret sampai 26 Maret 2024. (dny/ian)






