Gresik (beritajatim.com) – Di tengah pandemi Covid-19, empati sosial pelukis cilik Xylone Andariska (10) asal Surabaya patut diacungi jempol. Putri pasangan Aries Nico dan Diah Anugraheni itu menjual lukisannya untuk disumbangkan ke yayasan anak yatim dan piatu.
Ada 40 lukisan karya Xylone Andariska yang bertemakan tentang air dipamerkan di salah mall di Kota Gresik. Dari semua lukisan kanvas yang dipamerkan itu, salah satunya memenangi di ajang internasional yang diselenggarakan oleh Toyota Green Car Art yang berlangsung di Tokyo, Jepang.
“Saya melukis sejak umur 6 tahun dan terus berkarya sampai sekarang meski pandemi Covid-19 belum berakhir,” ujar Xylone Andariska, Sabtu (20/02/2021).
Diakui Xylone Andariska, butuh setahun untuk memamerkan lukisannya ini. Meski terkendala adanya pandemi, dirinya memiliki tekad mengadakan pameran lukisan tunggal yang digelar di Gresik.
Sementara itu, kurator seni lukis asal Gresik, Arik S.Wartono mengatakan, pandemi Covid-19 tidak bisa menghentikan seseorang untuk terus berkarya. Seperti yang dilakukan oleh Xylone Andariska.
“Saya berharap adanya pameran lukisan tunggal ini. Ke depannya, Gresik menjadi kantong kesenian baru,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”seni”]
Masih menurut Arik S.Wartono, apa yang dilakukan oleh Xylone Andariska patut diapresiasi. Di usianya yang menginjak 10 tahun membawa nama harum Indonesia lewat lukisannya.
“Lukisannya menyabet yang terbaik sewaktu mengikuti ajang lukisan di Tokyo Jepang pada tahun 2018. Semangat inilah yang akan saya tanamkan kepada pelukis-pelukis cilik agar terus berkarya,” pungkasnya. [dny/but]






