Banyuwangi (beritajatim.com) – Maskapai penerbangan Lion Air Group membuka seleksi penerimaan sebagai awak kabin di Banyuwangi. Hal ini menjadi peluang besar bagi para milenial Banyuwangi menjadi pramugari maupun pramugara.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku terus menjalin sinergi dengan berbagai pihak untuk akselerasi peningkatan ekonomi masyarakat.
[berita-terkait number=”3″ tag=”bandara-banyuwangi”]
“Kerjasama ini membuka kesempatan bagi putra-putri daerah untuk berkarir di dunia aviasi. Lulusan SMA/SMK yang merasa memenuhi kualifikasi, bisa memanfaatkan kesempatan ini. Apalagi biaya pendidikannya gratis,” kata Ipuk, Rabu (14/9/2022).
Rekruitmen ini disambut antusias Nafisa Ayuni, remaja asal Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Nafisa mengaku, ini adalah kali kedua dirinya ikut seleksi penerimaan pramugari. Sebelumnya dia pernah gagal dalam tes di Yogyakarta untuk maskapai yang sama.
Berbekal kemampuan berbahasa Inggris dan Mandarin yang terus diasah, serta pengalaman kegagalannya pada rekruitmen sebelumnya, Nafisa optimis bisa lolos. “Alhamdulillah kali ini seleksinya di Banyuwangi, jadi lebih hemat. Semoga kali ini rejeki ada di saya, bisa diterima,” ujar gadis yang sehari-hari bekerja di kafe itu.
Hingga seleksi pertama berakhir ada 10 nama yang lolos, tiga di antaranya berasal dari Banyuwangi. [rin/suf]






