Venezia (beritajatim.com) – Ada perbedaan suasana hati lini belakang timnas Indonesia jelang dua matchday pemungkas kualifikasi Piala Dunia bulan depan. Jika mood Kevin Diks jelang agenda timnas Indonesia sedang on fire pasca membawa FC Kobenhavn juara Superliga, yang dirasakan kapten Indonesia Jay Idzes berbalik 180 derajat.
Itu dipicu kegagalan timnya, Venezia FC, bertahan di Serie A musim depan. Kekalahan 2-3 dari Juventus pada giornata pemungkas dini hari tadi jadi pemicunya.
Padahal, baru musim ini Venezia kembali ke Serie A setelah dalam dua musim terakhir ada di Serie B. Kali terakhir Venezia terdegradasi terjadi pada penghujung musim 2021–2022.
Kesedihan Idzes bertambah lantaran dia absen pada laga dini hari. Dia tidak bisa main lantaran sedang menjalani skorsing akumulasi kartu kuning.
Kekalahan pada laga yang dimainkan di Stadio Pier Luigi Penzo, Venezia, membuat Leoni Alati–julukan Venezia–ada di posisi 19 klasemen akhir dengan 29 poin. Venezia bisa selamat jika mengalahkan Juve sedangkan US Lecce dikalahkan SS Lazio pada saat bersamaan. Tetapi, yang terjadi justru sebaliknya, Lecce mengalahkan Lazio 1-0.
“Terlepas dari hasilnya, kami bermain hebat. Mohon maaf aku gagal mempertahankan tim ini di Serie A. Mulai besok, kami akan fokus membangun masa depan yang lebih baik,” papar allenatore Venezia Eusebio Di Francesco dilansir laman resmi klub.
Meski begitu, Idzes tetap berpeluang bertahan di Serie A. Caranya, bergabung ke tim lain. Dalam sebulan terakhir, bek 24 tahun itu dirumorkan sedang diincar beberapa tim besar seperti AC Milan dan Juve.
Dengan market value EUR5 juta (Rp92,5 miliar), tidak sulit bagi tim besar Serie A mendapatkannya. Atau Idzes bisa hengkang ke tim lain yang lebih kecil dengan skema pinjaman.
Apalagi, kontraknya juga tinggal dua tahun lagi. Pergi dari Venezia saat ini jadi win-win solution. Selain agar terus bermain di kasta tertinggi, harga jualnya juga masih bisa terjaga dan itu bisa membantu finansial Venezia. (dio)






